4.10.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 10

Say NO to LGBT
Say NO to LGBT
Presentasi hari terakhir mengangkat materi tentang penyimpangan orentasi seksual yaitu LGBT yang sekarang semakin marak keberadaannya bahkan di Indonesia. Disebut menyimpang karena aktivitas seksual yang dilakukan oleh seseorang tersebut tidak sewajarnya, menyimpang dari syariat dan fitrah sesungguhnya. Menurut dr. Fidiansyah, LGBT adalah penyakit kejiwaan atau psikologis yang berhubungan dengan orientasi seksual dan bukan bawaan lahir atau turunan genetik. LGBT bisa menular, teori penularannya adalah teori perilaku dari konsep pembiasaan. Awalnya mengikui pola kemudian menjadi karakter berkembang menjadi kepribadian kemudia kebiasaan dan akhirnya menjadi penyakit. LGBt pun bisa meninggalkan penyakit pada fisik, biasnaya penyakit kelamin yang bisa menyerang dirinya dan korbannya.

Penyebab terjadinya penyimpangan orientasi seksual bisa karena kurang seimbangnya peran pengasuhan ayah dan ibu di dalam keluarganya. Kasus yang paling banyak terjadi adalah hilangnya peran ayah sejak kecil dalam proses pengasuhan dan pendidikan dari dalam rumah, sehingga fitrah kelelakian anak tidak tumbuh dengan sempurna. Indonesia bahkan disebut sebagai fatherless country karena lebih banyak ayah yang hanya mementingkan mencari nafkah daripada membersamai anak-anaknya. Mengenalkan anak tentang gendernya sedini mungkin itu sangat penting dan tidak boleh dibuat bercanda, misalkan: anak laki-laki dipakaikan jilbab, memang lucu saat melihatnya, tapi efeknya sangat menakutkan. Membiasakan anak dengan permainan yang sesuai dengan gender juga sangat penting, anak perempuan lebih cenderung dengan permainan yang feminim seperti masak, boneka, dandan. Anak laki-laki memilih permainan seperti sepakbola, mobil-mobilan. Hal ini dilakukan agar anak tidak bingung dengan identitas dirinya sendiri.

Lingkungan dan media sosial menjadi faktor penyebab penyimpangan orientasi seksual yang tidak bisa disepelekan. Pergaulan bebas dan hedon yang sedang marak ditambah tidak terkontrolnya penggunaan internet, sehingga anak dengan mudah mengakses apapun. Bahkan game dan film kartun anak pun sudah diselipkan hal yang berbau LGBT. Pencegahan perilaku menyimpang ini bisa dilakukan sedini mungkin dengan memberikan pendidikan tentang fitrah seksualitas, mendampingi anak mulai bayi hingga usia baligh. Menegakkan regulasi hukum yang berkaitan dengan pornografi dan pelaku LGBT yang saat ini belum ada.

Menurut dr. Fidiansyah, LGBT itu bisa disembuhkan melalui konseling dan terapi dengan beberapa pendekatan, yaitu:
  • Jika penyebabnya adalah organda biologi maka akan diberi obat
  • Jika disebabkan oleh aspek psikologi maka akan diubah perilakunya
  • Jika karena cara berpikir yang keliru maka akan diubah kognitifnya
  • Jika sebabnya aspek lingkungan maka akan diubah atau dimodifikasi perilaku sosial lingkungannya
  • Jika pemahaman spiritualitasnya yang keliru maka akan dikembalikan pada agamanya

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^