8.9.18

Game Level #10: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng - Day 9

Hari ini Izza lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar bersama ayahnya karena masih dilanda batuk pilek dan sedikit demam. Mereka berdua sepertinya sangat asyik menikmati waktu bonding antara ayah dan anak. Mulai dai bermain dokter dan pasien (kebetulan Izza baru saja vaksi di posyandu dan dia ingin selalu memeragakan proses disuntik bagian lengannya lalu dberi obat sirup), bermain bersama boneka (boneka beruang dipakaikan popok dan baju adiknya, hehe), serta mendongeng. Saya tidak melimpahkan tantangan ini pada suami, hanya saja suami memang senang mendongeng menggunakan alat peraga dan Izza pun senang. Saat saya masuk untuk menidurkan Izza, mereka berdua sedang asyik membaca buku kisah nabi dan rasul. Saya pun meneruskan mendongeng dari buku tersebut.

Awalnya saya ingin mendongeng kisah nabi Nuh dan kapalnya yang besar, kebetulan kisah tersebut menjadi ilustrasi gambar pada sampul bukunya yaitu sebuah kapal besar yang dinaiki oleh berbagai jenis binatang. Buku cerita ini merupakan kisah bergambar, jadi banyak gambar menarik disetiap halamannya, tapi ini yang membuat Izza sedikit kehilangan fokus pada dongeng yang saya ceritakan. Dia lebih asyik membolak-balikkan halaman buku dan menanyakan gambarnya atau bercerita sendiri menurut versinya. Tapi, saya tidak boleh hilang akal untuk membuatnya tertarik pada dongeng yang akan saya bawakan yaitu dengan menyebutkan nama-nama hewan yang ada di sampul buku.

Mendongeng kisah nabi
Mendongeng kisah nabi
“Nabi Nuh orang yang baik, dia mengajak semua teman-temannya untuk naik kapal besar. Nabi Nuh juga mengajak semua hewan, ada jerapah yang lehernya panjang, gajah yang telinganya lebar. Ada singa, monyet, domba, beruang, zebra, unta. Ada apa lagi hayo?” 
“Kodok, Mama!” 
“Iya kodok juga ikut naik ke kapal yang besar.” 
“Cici, jump jump (kelinci)” 
“Kelinci juga, ayamnya Izza juga masuk” 
“Ayam, sakit, Mama!”  Kebetulan ayam jantan kami sedang sakit.
“Ayamnya sudah sembuh, sekarang naik kapal dengan bebek.”

Kira-kira seperti itulah. Saya tidak mendongeng kisah yang terlalu berat untuk Izza yang baru berumur 2 tahun. Yang penting dia mau ikut alur cerita dan paham serta mau berinteraksi saat mendongeng sudah oke. Pesan sederhana yang ingin saya sampaikan padanya adalah Izza harus menjadi orang yang baik, mau menolong sesama teman, dan sayang binatang. Dari sini saya teruskan cerita tentang sayang adik, dilanjut menyanyikan beberapa lagu hingga akhirnya dia tidur siang dengan sendirinya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^