7.9.18

Game Level #10: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng - Day 7

Dongeng malam ini terinspirasi dari cerita di buku Izza tentang anak tikus yang saling menyayangi. Kali ini cerita dalam buku tersebut saya bawa ke kasur dengan modifikasi seperlunya. Tokoh utama tikus saya ganti dengan anak ayam, tidak ada alasan khusus, saya hanya tidak suka tikus hehe. Saat mendongeng tidak sempat saya rekam jadi akan coba saya narasikan secara sederhana. Izza mulai terbiasa mendengar kata pembuka saat saya akan mulai mendongeng yaitu ‘pada suatu hari’, maka dia akan mapan di samping saya dan mendengarkan dengan seksama. Dongeng sebelum tidur malam yang berjudul: Anak ayam yang sakit.

“Pada suatu hari ada sepuluh anak ayam yang sedang bermain di halaman rumah. Anak ayam terlihat sangat gembira sekali, mereka menari bersama-sama sambil berjalan maju mundur. Sepuluh anak ayam adalah saudara, mereka adalah kakak dan adik yang saling sayang. Mereka selalu mengucapkan ‘I love you’ setiap hari karena sayang.” 
“Kakak ayam pergi ke depan untuk mencari makanan, lalu menemukan jagung yang sangat banyak. Kakak ayam memanggil adik-adiknya untuk makan bersama. ‘Adik-adik, ayo kesini, ada jagung banyak. Ayo kita makan bersama-sama’. Adik-adik ayam berlari untuk makan jagung, tapi adik ayam nomer sepuluh jatuh. Kakinya sakit jadi tidak bisa jalan lalu menangis.” 
“Kakak ayam berkata: adik ayam jangan nangis ya, nanti minum obat biar kakinya tidak sakit lagi ya. Ayam yang lain datang membantu adik nomer sepuluh, mereka membantunya untuk berjalan. Akhirnya adik ayam nomer sepuluh tidak nangis lagi dan mereka makan jagung bersama-sama.”

Dalam proses mendongeng selalu ada interaksi antara saya dan Izza, sesekali saya bertanya padanya atau malah Izza yang menanggapi kalimat yang saya ucapkan. Dan akhirnya mendongeng menjadi hal yang menyenangkan bagi saya dan Izza karena proses interaksi tersebut.

Dari dongeng di atas, ada banyak sekali pesan yang saya sampaikan pada Izza. Yang pertama tentang kasih sayang yaitu harus saling menyayangi sesama saudara dan anggota keluarga. Saya terus menekankan bahwa ayah bunda sayang Izza dan adiknya, maka Izza juga sayang ke adik. Izza harus membantu adik karena adik lebih kecil dan belum bisa melakukan segala hal secara mandiri. Sesama keluarga dan saudara harus saling berbagi makanan dan mainan. Setelah mendongeng, barulah saya mengajak Izza untuk menghitung jumlah anak ayam dalam bahasa Indonesia dan English.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^