6.9.18

Game Level #10: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng - Day 4

Mendongeng menggunakan boneka jari
Mendongeng menggunakan boneka jari
Adegan mendongeng masih di tempat yang sama yaitu playhouse yang sedang menjadi favoritnya. Asal bunda mau ikut ke dalam rumah mainan dan menemaninya bermain pasti rumah menjadi aman dan tenang, hehe. Tema mendongeng hari ini hampir sama dengan kemarin yaitu saling menyayangi, tapi kali ini lebih spesifik yaitu menyayangi adik. Sedikit cerita tentang sibling rivalry, pasca pulang dari rumah sakit Izza tantrum parah lebih dari seminggu. Saya atau ayahnya tidak boleh gendong adiknya, apalagi saat menyusui menjadi adegan paling horor di rumah tak peduli pagi, siang, atau tengah malam. Saat adiknya nangis maka Izza akan nangis lebih keras dan tak terkontrol. Saat tidur malam Izza tak mau lepas dari saya meski saat menyusui maka Izza akan tetap menempel pada saya. semakin hari hal tersebut semakin berkurang dan Izza terlihat semakin sayang dengan adiknya. Hanya saja, saat ini rasa sayang Izza berubah menjadi gemas. Sering terlihat Izza gemas sampai meremas tangan dan kaki adiknya, mencium dan memeluk dengan sangat erat sampai adiknya menangis.

Nah, untuk beberapa hari ini saya selalu sounding bahwa adiknya masih bayi dan belum bisa melakukan apa yang Izza lakukan. Antara paham atau tidak. Izza sepertinya paham konsep kakak adik dan bayi, dia sudah mulai mengenali perannya sebagai kakak dan adiknya adalah bayi. Yang mungkin belum paham adalah kontrol terhadap dirinya sendiri untuk lebih hati-hati saat bersama adiknya. Hari ini saat adiknya tidur, saya mendongeng untuk Izza dengan boneka jari sebagai alat peraganya. Kali ini saya yang memberikan peran pada bonekanya sesuai tujuan yaitu kakak dan adik. Dongeng yang saya ceritakan seputar kegiatan sehari-hari seperti makan bersama, bermain bersama, kakak menolong adik, dan adik sayang kakak. Saya selalu menekankan bahwa kakak Izza sayang adik begitu pula sebaliknya.

Konsep nyata yang saya berikan pada Izza adalah, jika sayang maka peluk dan ciumlah adik, tidak boleh meremas atau menarik adik, dan harus pelan-pelan saat memegangnya. Izza paham, dia semakin sering memeluk adiknya. Saat adik tidurnya terusik, Izza dengan sigap menghampirinya lalu memberikan tepukan sayang meski tidak bisa pelan. Hanya saya, cara seperti ini memang harus diulang sesering mungkin agar selalu ingat. Karena sore tadi Izza kedapatan menarik bantal yang sedang dipakai adiknya. Memang bahaya, tapi Izza belum paham arti bahaya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^