5.9.18

Game Level #10: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng - Day 2

Tema dongeng hari ini adalah tentang berbagi yang saya bagi menjadi dua sesi mendongeng dengan durasi yang singkat, karena harus mengurus rumah dan adiknya. Tema ini saya ambil karena sering kali Izza tidak mau berbagi apa yang dia punya dengan orang lain misalnya makanan atau mainan. Siang hari Izza bermain di dalam playhouse yang baru saja kami sewa sambil menikmati kudapan siang yang saya buatkan untuknya. Kebetulan di rumah ada nenek buyut yang berusaha meminta makanannya dan ditolak mentah-mentah oleh Izza. Momen tersebut saya gunakan untuk mendongeng sambil memasukkan nilai positif padanya. Alat peraga dongeng kali ini adalah 3 boneka beruang Izza dan beberapa mainan pompom di dalam panci miliknya.

Saya menceritakan pada Izza seolah-olah ada satu mangkok bakso milik ibu beruang, sedangkan dua anak beruang tidak ada dan ingin sekali makan bakso. Ibu beruang pun membagi bakso miliknya pada dua anaknya dan dimakan bersama. Sebenarnya hanya cerita itu yang terus saya ulang berkali kali agar Izza semakin mengerti. Meski pada saat proses mendongeng dia selalu ikut menyuguhkan cerita versinya sendiri dan beberapa kali menyela untuk bertanya atau berpendapat. It’s okay, ya, yang penting Izza paham dengan jalan cerita yang saya berikan dan mau berinteraksi saat proses mendongeng.

Malam sebelum tidur, seperti kebiasaan sebelumnya, kami bermain tebak angka, menyanyi, dan lain sebagainya. Izza selalu tertarik dengan gambar karakter Hello Kitty yang ada pada sarung bantal miliknya. Disana ada beberapa gambar Hello Kitty dan buah ceri serta strawberry. Proses mendongeng dimulai dengan menghitung buah ceri dan memberikan peran pada gambar Hello Kitty. Yang membuat saya senang adalah, Izza sendiri yang memberikan peran pada gamabr Hello Kitty tersebut. Dan peran yang selalu dia suka adalah tentang keluarga yaitu ayah, ibu, kakak, adik, dan buyut. Sebagaian proses mendongeng bisa didengarkan pada video di bawah ini:

Sound mode: ON

Saya sendiri masih terkendala saat mendongeng karena kurang imajinatif dan biasanya lebih terpatok pada cerita yang ada di buku. Justru Izza yang sering membuat alur cerita menjadi lebih menarik dan saya tinggal mengikutinya. Meski terkendala waktu, semoga bisa terus mendongeng setiap malam.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^