3.9.18

Game Level #10: Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng - Day 1

Dongeng tentang sikat gigi
Dongeng tentang sikat gigi
Alhamdulillah sampai juga di tantangan level 10, meski sempat absen di level 9 karena melahirkan dan masih dalam proses pemulihan. Semoga level 10 ini bisa terselesaikan dengan baik meski cukup terlambat untuk memulainya. Geme level 10 dengan tema membangun karakter anak lewat dongeng ini cukup menarik bagi saya yang tidak begitu suka bercerita tapi Izza sangat imaginatif dengan apapun yang dilihatnya. Setelah adiknya lahir ini, Izza semakin aktif dan luar biasa perkembangannya termasuk perkembangan kosa kata yang cukup bertambah. Sudah bisa diajak komunikasi dua arah, bahkan bisa bernego dan sesekali usil jika ditanya. Untuk mendongeng, sebenarnya Izza lebih suka dengan ayahnya karena lebih menguasai peran, jadi untuk level kali ini saya akan dibantu suami untuk mendongeng pada Izza. Sebenarnya belum ada tujuan ingin membentuk karakter seperti apa pada Izza, jadi sekiranya hanya tahap pengenalan dan berharap akan bisa mengenalkan nilai-nilai positif secara untuk kehidupan sehari-hari.

Hari ini baru sempat membuat konsep dengan suami, jadi belum ada agenda mendongeng secara khusus. Tapi berhubung Izza mengambil buku ceritanya yang kebetulan tentang kesehatan gigi, jadi saya mendongeng untuknya dengan tujuan Izza tidak lagi takut dengan dokter. Buku cerita bergambar yang dilengkapi dengan nada suara tersebut berisi tentang seekor dinosaurus yang sedang sakit gigi sehingga tidak bisa makan dan harus ke dokter gigi. Saya coba untuk mendongeng dengan asyik, nada suara dan intonasi mengikuti usia Izza, Alhamdulillah dia tertarik. Izza pun aktif bertanya meski lebih sering bertanya di luar tema dongeng seperti warna dan jumlah sikat gigi. Tapi saya gunakan pertanyaannya untuk memancing daya ingatnya, seperti “Sikat gigi Izza warna apa?” lalu memintanya untuk memeragakan proses menyikat gigi.

Poin yang saya tekankan dalam dongen kali ini adalah, Izza harus rajin sikat gigi pagi dan malam sebelum tidur agar giginya bersih. Dan juga dokter gigi itu baik karena membantu Izza membuat gigi menjadi bersih. Seharian ini buku tersebut saya ulang terus ceritanya meski sebenarnya membaca buku ini adalah pengulangan yang kesekian kalinya. Meski Izza sudah rajin sikat gigi tapi metode pengulangan tidak pernah sia-sia. Harapan saya, Izza berani ke dotkter gigi tanpa nangis. Mendongeng hari ini memang belum ada konsep yang pas karena saya pun masih menyesuaikan diri dengan Izza dan adiknya serta pekerjaan domestik. Tapi sebisa mungkin semua dongeng yang saya sampaikan pada Izza tetap valuable.

1 comment:

  1. melatih sikat gigi sebelum tidur susah banget yah

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^