28.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 9


Presentasi hari ke sembilan yang berkaitan dengan fitrah seksualitas di masa pre aqil baligh, dengan kata kunci be my best friend. Masa pre aqil baligh adalah masa peralihan menuju remaja, dimana hormon sedang dalam perubahan yang sangat siginifikan. Anak akan menjadi seorang yang baru dengan sifat baru yang mungkin belum pernah kita lihat. Dengan menjadi temannya di usia tersebut maka kita bisa dengan mudah mengenalkan fitrah seksualitas pada anak. Mengenalkan anak tentang perubahan fisik yang akan dialaminya dan membuat anak bisa bercerita secara terbuka tentang apa yang sedang dialaminya. Komunikasi produktif, itulah kuncinya. Salah satu hal besar yang akan terjadi mada anak di masa pre aqil baligh adalah pergaulannya yang semakin luas dengan dunia luar, dan PR orang tua adalah menjaga anak agar tetap berada di lingkungan yang baik dan tidak terjerumus dengan pergaulan bebas.

Dalam masa pre aqil baligh, anak akan mengalami banyak sekali perubahan mulai dari fisik, psikis, dan cara berpikir. Sebagai orang tua tidak bisa menggurui dengan selalu berbicara dan menasehati anak dengan berbagai macam jurus parenting. Pasti akan tertolak secara otomatis, karena di masa itu anak tidak akan mendengarkan apa yang kita katakan. Maka sebaliknya, orang tua yang ahrus mendengarkan. Mengamati dan mendengarkan prosinya harus lebih banyak daripada berbicara, biarkan anak bercerita tentang apa yang mereka alami, dengarkan lalu beri arahan yang bertanggu jawab. Sebagai orang tua sudah harus mampu mengolah peran sebagai sahabat sekaligus sebagai evaluator yang memberi batasan layaknya orang tua pada umumnya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua saat mendampingi anak di masa pre aqil baligh adalah sebagai berikut:
  1. Bantu anak menemukan aktivitas produktif yang disukai yang membuat anak semangat dan sadar untuk mengatur dirinya sendiri.
  2. Berikan tugas yang lebih luas dalam kehidupan sosial.
  3. Berikan kepercayaan dan ruang privasi yang cukup tapi tetap dalam batasan dan ada kedekatan dengan orang tua.
  4. Bantu dia menemukan keunikannya menjadi peran dan karya yang produktif.
  5. Banyak belajar memfasilitasi, memaafkan, dan memberi kesempatan untuk merancang masa depannya.
  6. Rancanglah program seru seperti ekspedisi.
  7. Kenalkan pada tokoh teladan dan menginspirasi kehebatan dan kesalihannya.
  8. Kedekatan lintas gender dengan orang tuas agar anak menerima perasaan dari lawan jenis.
  9. Berikan anak komunitas yang baik.
  10. Latih untuk mencari nafkah untuk memenuhi biaya kepemilikannya sendiri.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^