28.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 8


Presentasi hari ke delapan, kembali mengangkat tema tentang pornografi yang kali ini lebih dikhususkan untuk kaum remaja yang sangat rentan terpapar bahaya pornografi. Seperti yang sudah dijelaskan pada video di atas, pornografi adalah penyakit yang susah disembuhkan, saat seseorang sudah terpapar, otaknya akan terus terjangkit penyakit tersebut dan susah unuk disembuhkan. Selain dipandang sebagai kelemahan moral, kecanduan pornografi juga merupakan penyakit otak yang paling sulit untuk diobati. Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mengobati kecanduan pornografi.

Kecanduan pornografi adalah kecanduan yang paling sulit untuk diobati, karena kecanduan ini menyerang 'jantung' kemanusiaan. Hal ini karena seksualitas merupakan pendorong utama dari kepentingan manusia. Layaknya kecanduan bahan kimia, pecandu pornografi cenderung menggantikan sesuatu hal yang penting dengan seks atau bentuk lain dari pornografi. Hal ini karena otak manusia memliki bagian yang istimewa, yakni Pre Frontal Cortex (PFC). Menurut penelitian dari ilmuan bernama Jordan Grafman, PFC ini hanya dimiliki oleh manusia. PFC bekerja seperti pemimpin yang berfungsi untuk merencakana masa depan, mengambil keputusan, membentuk kepribadian dan berinteraksi sosial. PFC juga yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya. Namun, PFC ini rentan rusak, akibat gejala fisik seperti benturan, maupun karena efek kimia seperti narkoba dan zat adiktif lainnya. Selain itu, PFC juga dapat terganggu sistemnya atau rusak karena pornografi. Kerusakan PFC karena pornografi ini juga kerap disebut dengan narkolema (narkotika lewat mata). Pertama kali melihat adegan pornografi, manusia akan merasa jijik. Kemudian sistem limbik akan mengeluarkan dopamin yang membuat manusia merasa senang dan nyaman. Selain berfungsi untuk memberikan rasa senang, dopamin juga memacu rasa penasaran dan candu, Dopamin juga mendorong manusia untuk mengonsumsi pornografi secara terus menerus. Misalnya, saat orang kecanduan pornografi dia akan melihat gambar berbau porno dan lama-lama penasaran untuk melihat yang lebih.

Tindakan preventif yang bisa kita lakukan sebagi orang tua adalah: bangun komunikasi dengan anak, ciptakan bonding sehangat mungkin, selalu dengarkan cerita anak, mengetahui bagaimana lingkungan anak bergaul, tanamkan ilmu agama secara kuat dan berikan teladan yang baik. Jika anak sudah terlanjur terpapar pornografi maka yang perlu orang tua lakukan adalah melakukan pendekatan pada anak dan bicara dri hati ke hati tanpa ada emosi, memutus akses anak ke hal yang berbau pornografi. Di era modern ini memang sangat mudah menemukan contoh pornografi yang terpampang nyata, oleh itu pendidikan agama harus kuat, pondasi utama untuk memenuhi fitrah seksualitas anak.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^