28.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 7

Presentasi hari ke tujuh membahas tentang pubertas lagi, seperti hari sebelumnya, yaitu dengan judu materi “Pentingnya Mendampingi Anak di Usia Remaja (Pubertas)”.  Remaja sendiri diartikan sebagai masa transisi atau peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosionalnya. Proses transisi ini nantinya akan sangat berpengaruh pada pembetukan karakter, sifat, sikap seorang anak kedepannya. Oleh itu butuh pendampingan yang tepat agar tidak melenceng dari fitrahnya. Pendampingan ini harus dilakukan sedini mungkin, sejak bayi baru dilahirkan dengan cara yang tepat, karena menurut penelitian, kurang dari 5 persen anak perempuan puber sebelum usia 8 tahun dan angka itu skearang menjadi dua kali lipat. Bisa jadi anak-anak kita mengalami pubertas sebelum kita memberikan bekal yang kuat.

Masalah yang muncul pada pubertas pada anak adalah perubahan hormon yang sangat siginifikan sehingga sangat berpengaruh pada perubahan emosi. Perubahan emosi yang bis aterjadi adalah: sedih, bingung, perasaan yang meluap luap, mood swing, sentimental, dan merasa tidak dipahami oleh keluarga atau teman. Maka yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mendampingi masa transisi tersebut adalah bertindak sebagai coach saat anak usia 0-7 tahun, bertindak sebagai evaluator saat anak usia 7-10 tahun, dan sebagai supervisor saat anak sudah lebih dari 10 tahun.

Persiapan yang bisa dilakukan orang tua dalam mendampingi anak saat pubertas dibagi menjadi 3 yaitu persiapan ideologis, persiapan psikologis, dan persiapan fisik.
  • Persiapan ideologis: menanamkan konsep Tauhid pada anak disetiap kesempatan, sadarkan anak pentingnya sholat di masa tamyiz, ajak anak laki-laki sholat di masjid. Dekatkan diri dengan Al Quran dan masjid, mulai pisahkan gender laki-laki dan perempuan.
  • Persiapan psikologis: perbaiki komunikasi dengan anak, jangan dual parenting, puaskan waktu bermain, luangkan waktu bersama anak, dan family bonding.
  • Persiapan fisik: jelaskan ciri fisik laki-laki dan perempuan, jelaskan tentang menstruasi dan mimpi basah, berlatihlah komunikasi tersebut sebelum menyampaikan kepada anak.

Pembagian tugas orang tua menurut buku "Ayah Edy Menjawab Problematika Orangtua ABG". Idealnya, pembagian tugas dalam edukasi seks adalah Ayah mengajari anak laki2 dan Bunda mengajari anak perempuan. Yang penting diingat, orang tua harus belajar terlebih dahulu dan siap dengan rencana pembelajaran beserta alat-alat bantu buku tentang organ tubuh dan fungsi2 reproduksi bergambar. Dalam menjelaskan tentang reproduksi, paparkan pada anak apa saja bagian-bagian organ reproduksi dan bagaimana organ itu berproses hingga akhirnya "matang". Kemudian, Ayah menjelaskan tentang mimpi basah pada anak laki-laki, sedangkan Bunda menerangkan tentang menstruasi pada anak perempuan. Tunjukan pada anak bahwa reproduksi adalah hal alamiah yang tak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada makhluk hidup lain misalnya tumbuhan. Jadi, diskusinya mengarah ke biologi. Selain soal reproduksi, orang tua juga perlu membahas tentang ekspresi cinta kasih. Jelaskan pada mereka, bagaimana ekspresi cinta kasih dipandang dari berbagai norma agama. Contoh: sebagai seorang muslim dilarang menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim. Ajak anak membayangkan apa akibatnya bila mereka melanggar norma-norma ini. Biarkan anak-anak berpikir akan resiko perbuatan mereka.

Fitrah seksualitas siap paripurna di usia 11 – 14 tahun jika: Anak laki-laki dekat dengan ibu dan anak perempuan dekat dengan Ayah. "Menjadi teman yang lebih tua sehari... lebih tinggi seranting... lebih dulu selangkah… " (Ust. Harry Santosa)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^