25.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 6


Presentasi hari ke enam, dibuka dengan video berjudul The Cause of Early Puberty. Hmmm, sebelum saya membuka videonya sempat berpikir, apa hubungannya dengan tema fitrah seksualitas, ya? Saat membaca materinya ternyata cukup penting peranan pubertas (baligh) untuk fitrah seksualitas. Pubertas sendiri diartikan sebagai suatu periode pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dimana anak secara fisik berkembang menjadi dewasa dan mampu melakukan reproduksi seksual. Masa normal pubertas untuk perempuan antara usia 8-13 tahun dan untuk laki-laki 9-14 tahun. Jika pubertas terjadi sebelum batas tersebut bisa dibilang pubertas dini. Salah satu faktor penting penyebab pubertas dini adalah nutrisi.

Nutrisi yang bisa menyebabkan pubertas dini yaitu lemak dan protein hewani. Lemak adalah nutrisi penting dalam proses pubertas, tapi jika terlalu banyak konsumsi lemak bisa menyebabkan pubertas dini. Sedangkan jika konsumsi protein hewani saat usia 5-6 tahun jauh lebih besar daripada protein nabati bisa mempercepat mulainya pubertas. Dan sebaliknya, jika konsumsi protein nabati lebih banyak bisa menyebabkan delayed puberty 3-6 tahun. Dalam sebuah penelitian di Amerika ada 4 golongan makanan yang bisa memicu pubertas lebih cepat yaitu caffeine, pemanis buatan,minuman manis, dan makanan dengan kadar garam tinggi, yang semuanya ada dalam kandungan junk food yang saat ini menjadi makanan favorit anak jaman now.

Konsekuensi early puberty terutama untuk perempuan antara lain bisa mengalani depresi (Psychoneuroendocrinology), berisiko terkena kanker payudara ketika dewasa, proses menopouse yang lebih cepat, memiliki tubuh yang cenderung pendek dari yang seharusnya. Sesuatu yang tidak normal (early atau delay puberty) tentu punya dampak. Dampak negatifnya anak mengalami pubertas dini dimana sebenarnya secara fisik dan mental belum siap, orang tua harus lebih cepat mengantisipasi hal ini. Tidak jarang anak yang pubertas dini, bahkan membersihkan darah haidnya saja tidak bisa.

Sedangkan delay puberty juga ada dampaknya. Seringkali, anak berkembang terlambat dari teman sebayanya tetapi akan berkembang normal pada akhirnya (catch up). Sebagian besar keterlambatan adalah variasi normal yang bersifat genetik (disebut juga consitutional delay in puberty). Remaja seperti ini memiliki tingkat pertumbuhan yang normal dan sehat. Walau growth spurt dan pubertasnya terlambat, mereka akhirnya akan mencapai pubertas juga dan semuanya berlangsung normal. Namun, beberapa kasus pubertas terlambat memiliki dasar kelainan tertentu seperti:  diabetes mellitus,inflammatory bowel disease, penyakit ginjal cystic fibrosis, anemia dapat menunda atau mencegah perkembangan seksual. Perkembangan dapat terlambat atau tidak nampak pada remaja yang menerima radioterapi atau kemoterapiuntuk kanker. Pubertas juga dapat tertunda oleh gangguan autoimundan tumor yang merusak kelenjar pituari atau hipotalamus. Pada anak laki-laki, gangguan testis seperti cedera, infeksi (seperti pada gondongan/mumps) atau testicular torsion dapat menunda pubertas. Sedangkan pada remaja perempuan yang sangat kurus akibat diet ketat seringkali mengalami keterlambatan pubertas hingga anak belum menstruasi. Kelainan kromosom seperti sindrom Turner atau Klinefelter atau kelainan genetik lain dapat menganggu produksi hormon seks.

Maka yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan makanan yang seimbang, bergizi, dan halal. serta memberikan pendidikan seksualitas sejak dini karena pubertas adalah proses yang pasti akan dialami oleh setiap anak sebagai bagian dari fitrah seksualitas.

pendidikan pra-baligh
pendidikan pra-baligh

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^