25.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 4



Presentasi hari ke empat, mengangkat tema tentang pendidikan seks sejak usia dini. Karena menurut data yang ada, 90% anak SD sudah terpapar pornograsi, 7% kecanduan, sisanya kecanduan berat. Seperti pada materi hari ke tiga, pornografi merupakan penyebab utama terjadinya kekerasan seksual pada anak. Jika saat kecil sudah menjadi korban kekerasan seksual yang menimbulkan trauma, korban bisa menjadi pelaku selanjutnya. Rantai seperti inilah yang harus segera diputus, mengajarkan edukasi seksualitas sejak dini dari dalam rumah sesuai dengan tahapan usianya. Dengan adanya edukasi seksualiyas, diharapkan bisa memberi manfaat yang baik pada anak antara lain: memiliki hubungan pertemanan/lingkungan yang sehat, terhindar dari bahaya pornografi dan kekerasan seksual, menumbuhkan harga diri yang sehat, serta menghindarkan dari perilaku seksual yang menyimpang.

Mengedukasi anak tentang fitrah seksualitas bis aditanamkan sejak bayi dimulai dari rumah. Untuk anak dibawah 3 tahun bisa melalui dongeng atau nyanyian agar anak tertarik, lalu orang tua bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Untuk anak 3-5 tahun bisa diajarkan melalui contoh, karena anak sedang dalam fase mencari teladan. Contohkan bicara yang baik, tidak menggunakan bahasa yang kasar, tidak menggunakan baju yang minim di dalam rumah. Untuk anak usia 6-9 tahun bisa dikenalkan dengan konsep pernikahan dan keluarga. Untuk anak usia 10-12 tahun adalah fase pubertas, beri pemahaman tentang menstruasi dan mimpi basah dan bagaimana menyikapinya.

Beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua untuk memberikan edukasi seksualitas pada anak, antara lain:
  • Terapkan management gadget pada anak, untuk anak di bawah 2 tahun usahakan tanpa gadget. Jika ada, maka gunakan mode anak agar tidak bisa mengakses gadget secara bebas.
  • Bangun kedekatan orang tua dan anak, tumbuhkan rasa percaya anak pada orang tua dan sebaliknya.
  • Ajarkan anak untuk bersikap berani dan tegas, terutama terhadap orang asing ataupun orang yang berlaku tidak nyaman.
  • Pantau lingkungan pergaulan anak.
  • Pahamkan anak tentang aurat dan selalu ingatkan untuk menutupnya.
  • Ajarkan anak tentang konsep sentuhan yang nyaman dan tidak nyaman, boleh dan tidak boleh.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^