24.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 3

kontak darurat kekerasan seksual pada anak
kontak darurat kekerasan seksual pada anak

Presentasi hari ketiga dari kelompok saya yang mengangkat tema Kekerasan Seksual pada Anak. Kami mengangkat tema ini karena semakin hari semakin banyak kasus pelecehan, kejahatan, dan kekerasan seksual pada anak yang dilakukan oleh orang dewasa atau bahkan anak-anak yang seumuran itu sendiri. Berita terbaru yang saya baca beberapa hari lalu tentang anak umur 5 tahun yang mencoba untuk mempraktekkan hubungan intim dengan teman sebayanya yang ditonton oleh dua orang temannya juga. Miris sekali.

Menurut data dari KPAI di tahun 2018 ini sudah teradi 117 kasus hingga bulan februari saja dan korbannya lebih banyak anak laki-laki. Bentuk kekerasan seksual ini bukan hanya yang bersifat fisik, bisa juga non fisik. Secara fisik dapat dengan jelas dikatakan hal yang berkaitan dengan alat genital. Sedangkan kekerasan non fisik contohnya memperlihatkan pornografi ke anak, mengintip anak di kamar mandi, bahkan meminta anak untuk berpose yang tidak wajar. 40% penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak adalah pornografi, selebihnya adalah pengaruh teman, narkoba, trauma masa lalu, dan pengaruh keluarga. Fakta mengejutkan adalah 68% pelaku kekerasan seksual yang paling sering ditemukan adalah keluarga dekat/kerabat sendiri.

Efek yang bisa ditimbulkan adalah depresi, trauma, gangguan perilaku seksual, kerusakan alat genital, hingga kerusakan otak. Sebagai orang tua, kita bisa melakukan pencegahan dari dalam rumah. Mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini agar anak selalu mawas diri dan bisa menjaga diri sendiri saat diluar tanpa orang tua.

sumber: SEMAI2045
sumber: SEMAI2045

Mengajarkan anak untuk berkata tidak bisa dilakukan dari rumah dengan cara:
  1. Latih anak untuk bercerita, berbicara secara percaya diri, menyampaikan pendapatnya. Jangan disela/dipotong sebelum ia menyelesaikan kalimat-kalimatnya.
  2. Latih anak untuk mau mengoreksi siapa pun yang ada di rumah, baik kakak, ibu, ataupun ayah. Sebagai konsekuensinya, ingatkan anak untuk juga mau dikoreksi bila salah.
  3. Repetisi


Jika kita mengetahui korban kekerasan seksual, yang bisa kita lakukan adalah menjaga rahasia kejadian dan data korban agar tidak menjadi beban baginya. Memberikan lingkungan yang anam dan nyaman agar korban bisa bicara dengan orang dewasa tanpa rasa takut. Mencari bantuan pada lembaga terkait untuk menolong kesehantan fisik dan mentalnya. Negara pun menjamin untuk menjaga segala kerahasiaan mengenai korban kekerasan seksual. Sedangkan untuk pelakunya akan mendapat hukuman penjara paling singkat 5 tahu dan denda 5 miliar, dan bisa juga diberi hukuman berupa kebiri kimia atau pemasangan cip.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^