24.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 2

batasan aurat laki-laki dan perempuan
batasan aurat laki-laki dan perempuan
Presentasi hari kedua mengangkat tema tentang Menutup Aurat Perisai Menjaga Fitrah Seksualitas, tema yang sangat menarik karena menurut saya pribadi Indonesia saat ini sedang darurat umbar aurat. Aurat sendiri dari kata asalnya berarti malu/aib, jadi secara bahasa dapat diartikan sebagai bagian tubuh yang harus ditutup agar tidak menimbulkan kekecewaan atau malu. Menutup aurat harus diajarkan sedini mungkin sejalan dengan memberikan edukasi tentang fitrah seksualitas. 2 poin penting dalam materi presentasi hari ini adalah mengajarkan anak (terutama anak perempuan) untuk menutup aurat dan memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan.

Menutup aurat memang lebih fokus pada anak perempuan karena batasan auratnya lebih luas daripada laki-laki. Meskipun ada beberapa mahzab, tapi yang saya yakini tentang aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Serta suara yang dengan sengaja dibuat mendayu-dayu untuk menggoda lawan jenis. Menutup aurat untuk anak perempuan bisa diajarkan secara serius mulai anak umur 3 tahun, sebelumnya hanya pengenalan dan tanpa paksaan. Saat anak umur 3 tahun bisa dilatih menutup tubuh kecuali wajah, rambut, leher, tangan, dan telapak kaki. Kemudian membiasakan anak untuk memakai baju lengan panjang dan celana panjang (minimal menutup betis) meski saat tidur. Jika aturan tersebut dilanggar maka orang tua bisa menunjukkan raut wajah tidak suka atau kecewa. Saat anak umur 5 tahun, mulai diajarkan untuk memakai hijab dan jilbab saat keluar rumah. Dalam pergaulan tidak bercampur dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Jika dilanggar bisa diperingatkan. Anak umur 5 tahun biasanya mencari figur contoh, makanya ini saat yang tepat bagi ibu atau saudara perempuan lainnya memberikan panutan yang benar. Saat anak umur 7 tahun mulai diperintahkan untuk memakai hijab secara sempurna, jika dilanggar bisa diberikan hukuman tanpa pukulan. Saat anak berusia 10 tahun sudah harus berhijab dengan sempurna, jika tidak mau maka dihukum dengan pukulan.


Sedangkan untuk memisahkan anak di tempat tidur bisa dimulai sejak umur 7 tahun dengan pengenalan sebelumnya. Sangat bagus jika anak laki-laki dan perempuan punya kamar masing-masing. Jika hanya ada satu kamar maka bisa menerapkan sistim wilayah dengan bantal guling dan selimut masing-masing. Kecuali jika anak masih bayi bisa saja dicampur namun dipisah oleh orang tua. Pemisahan tempat tidur ini bisa menghindarkan anak untuk memicu syahwat, karena anak usia 10 tahun sudah mengenal jima’. Jika tanpa landasan agama yang kuat bisa menjerumuskan ke hal yang tidak diinginkan. Hal lain yang ditakutkan jika anak masih tidur satu ranjang dengan orang tua dikhawatirkan anak bisa melihat segala aktivitas orang tuanya. Oleh itu saat tidur dianjurkan untuk memakai baju yang tertutup. Pakaian ibu saat di dalam rumah juga dianjurkan menutup aurat.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^