20.9.18

Game Level #11: Fitrah Seksualitas - Review Day 1

Akhirnya masuk ke tantangan game level 11 yang kali ini sistimnya berbeda dengan level sebelumnya. Pada level 11 ini, kami bekerja secara kelompok untuk membuat sebuah presentasi dalam grup dengan tema Fitrah Seksualitas. Hari ini dimulai dari kelompok 1 yang lebih mengangkat tema bahaya pornografi pada game online. Menarik! Karena beberapa hari lalu, baru saja saya mendapat kabar dari teman tentang seorang anak yang baru berumur 5 tahun tapi sudah fasih sekali dengan istilah dalam hubungan seksual yang ternyata dia dapat dari game online. Kelompok 1 terlebih dulu membahas tentang pentingnya mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini, sejak bayi baru lahir hingga berumur 15 tahun dan harus selalu dalam pengawasan orang tua. Karena salah satu akibat dari kurangnya hubungan antara anak dan orang tua bisa menyebabkan anak lepas kontrol dan bebas mengakses apapun tanpa pengawasan.

Mari menganla sedikit tentang apa itu pornografi yang ternyata sangat berbahaya bagi otak anak. Pornografi adalah segala konten yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar normal kesusilaan. Pornografi dapat berupa gambar, foto, tulisan, suara, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, dan pertunjukan di muka umum maupun yang bersifat online. Menurut data dari indonesiabaik.id, 90% anak terpapar pornografi internet saat berusia 11 tahun dan ada 25.000 aktivitas pornografi anak di internet setiap harinya. Ngeri sekali, bukan? Bahaya pornografi tidak main-main. Mulanya hanya sekadar penasaran yang bisa menjadi kecanduan.

Dari kelompok 1, diberikan beberapa langkah untuk mencegah pornografi dalam keluarga, yaitu:
  1. Perkuat agama dalam keluarga.
  2. Sepakati pengasuhan bersama antara ayah dan ibu. Mengasuh anak bukan hanya urusan ibu, namun juga kewajiban ayah.
  3. Jalin kedekatan dan kehangatan dengan pasangan dan anak.
  4. Ciptakan aktivitas bersama anggota keluarga, misal: sholat berjamaah atau doa bersama.
  5. Batasi penggunaan media, imbangi dengan kegiatan luar ruangan.
  6. Awasi tontonan anak di TV, pilih program yang sesuai dengan usia anak.
  7. Jika anak ingin nonton film di bioskop, tanya dengan siapa dan apa yang hendak ditonton.
  8. Berikan contoj teladan penggunaan internet dan media sosial yang baik dan benar.
  9. Ingatkan kembali ajaran-ajaran agama. Misal, menjaga pandangan terhadap lawan jenis.

Bagaimana jika anak sudah terlanjur terpapar dengan pornografi? Dari diskusi yang dilakukan di grup, berikut jawaban yang bisa ditayangkan:
  1. Jangan bereaksi secara implusif. Terima kenyataan bahwa hal ini sudah terjadi, hinari membentak, mengancam, atau memarahi anak secara habis-habisan. Tenangkan diri.
  2. Diskusikan soal pornografi dengan anak. Ajak bicara secara baik-baik dari mana dia mendapat akses. Jelaskan tentang pendidikan seksualitas.
  3. Tegaskan bahwa pornografi tidak baik untuk anak. Beda dengan pendidikan seks, pornografi bukanlah hal yang perlu untuk dicari tahu pada usia anak dan remaja.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^