14.7.18

Game Level #8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini - Day 9

Tabungan Izza semakin banyak
Tabungan Izza semakin banyak
Masih berkutat dengan celengan toples barunya, begitulah Izza, jika punya sesuatu yang baru akan dia cintai sepenuh hati. Dia akan sangat antusias sampai akhirnya bosan dengan sendirinya. Dari analisa saya selama dua hari ini, konsep tabungan yang dipahami oleh Izza adalah, jika ada uang maka disimpan di dalam toples. Tapi sepertinya dia juga berpikir lebih jauh yaitu celengan toples digunakan untuk menyimpan benda yang dia suka karena beberapa benda pun ikut masuk ke dalamnya, hehe. Saya pun memberikan pemahaman lebih lanjut bahwa toples tersebut hanya untuk menyimpan uang agar uangnya tidak tercecer dan hilang. Alhasil setiap dia melihat uang akan dimasukkan ke dalam toples barunya. Seperti halnya saat saya melipat baju-baju hasil cucian ternyata nemu beberapa lembar uang, Izza pun langsung berseru “Buuu, wang!” Saya pun berkata padanya “Uangnya disimpan, ya. Celengannya mana?” Izza pun berlari keluar kamar untuk mengambil celengannya dan memasukkan uang satu per satu. Dari sini pun dia berlatih fokus untuk melipat dan memasukkan uang kertas ke dalam toples dengan benar.

Antusias Izza dengan celengan barunya masih berlanjut hingga malam hari, saat dompet ayahnya tergeletak di meja maka uangnya diambil dan dimasukkan ke dalam toples, hehe. Niatnya Izza bagus, ya, uang ayahnya ditabung saja, haha. Tapi, bukan Izza namanya kalau belum ada bumbu kreatif. Dia berusaha untuk membuka tutup toples yang memang sengaja tidak saya lekatkan agar bisa dibuka jika sewaktu-waktu dia memasukkan benda selain uang. Jadi, tutup toples dibuka, uang dihambur lalu dimasukkan kembali sembari menghitung, begitu berkali kali sampai akhirnya uang tercecer dan dia bosan. Untungnya dia masih bisa diajak kerjasama untuk membereskan uangnya.

Hal yang sebenarnya ingin saya lakukan adalah melakukan sistem rewards, maksudnya saat dia berhasil menyelesaikan tugas yang saya berikan maka akan saya beri uang untuk ditabung. Sebenarnya sama dengan sistem gaji ya, saat pekerjaan selesai maka diberi uang. Tapi saya sendiri masih ragu dengan sistem seperti ini, takutnya menjadi boomerang dan menjadi kebiasaan di masa depan. Karena Izza sudah paham dengan perintah dan pernyataan yang diulang maka akan menjadi kebiasaan. Saat saya diskusikan dengan suami, akhirnya tidak melakukan sistem tersebut. Biar dia paham secara alami tentang tanggung jawab atas tugas atau pekerjaannya tanpa mengharap imbalan berupa uang atau apapun.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^