11.7.18

Game Level #8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini - Day 8

Celengan toples sederhana milik Izza
Celengan toples sederhana milik Izza
Hari ini pun saya membuat satu tabungan toples khusus Izza, celengan dari toples plastik bening bekas jajan astor. Harusnya celengan plastik dengan berbagai karakter ya agar lebih menarik perhatian Izza, sayangnya suami sedang sibuk di kantor jadi belum sempat beli. Saya pun hanya bisa keluar rumah dengan akses suami, akhirnya menggunakan benda bekas pakai yang ada di rumah. Kreatif itu perlu yang penting konsep dan esensinya tidak hilang, hehe. Untungnya, bentuk toples yang agak besar tinggi dan bening, jadi mudah untuk membuat lubang celengan dan bisa dibuka tutup. Setelah saya bersihkan dan membuat lubang kecil di bagian tutupnya, saya mengambil beberapa uang yang ada di dalam toples lainnya lalu dihambur di lantai. Saya memberikan satu contoh memasukkan uang koin dan kertas secara bergantian lalu meminta Izza mengulanginya. Voila! Izza senang dan bisa anteng memasukkan uang ke dalam celengan barunya. 

Semua uang koin berhasil dia masukkan dengan cepat, tapi saat uang kertas dia meminta bantuan saya. Akhirnya saya memberikan contoh melipat uang kertas dengan rapi agar mudah dimasukkan ke dalam celengan. Masih susah, tapi dia tidak menyerah. Uang kertas terus dilipat olehnya dengan berbagai cara hingga akhirnya masuk ke dalam. Setelah semua uangnya masuk, dia ingin mengulanginya dam meminta saya membuka tutupnya. Oke, kali ini fokus memasukkan uang ke dalam celengan. Izza bisa anteng beberapa saat memasukkan uang ke dalam toplesnya, bergeming saat semua uangnya sudah masuk. Lumayan bisa saya tinggal jemur cucian baju, hehe.

Saat saya menjemur baju, terlihat oleh saya, Izza mengambil 3 toples penyimpanan uang koin. Dia minta untuk dibuka dan dimasukkan ke dalam celengannya. Oke, satu toples saja, lainnya jangan, karena nanti repot harus sortir lagi. Saya pun membersamainya lagi dan memberikan sounding perihal tabungan. Saya berkata padanya kira-kira seperti ini:
“Izza kalau ada uang dimasukkan ke dalam toples ini ya”
Atau
“Kalau nemu uang dimasukkan sini ya” entah dia mengerti arti ‘nemu’ atau tidak
Begitu kira-kira saya terus sounding padanya agar tidak ada lagi uang yang tercecer hingga dia akhirnya paham bahwa uang ditabung tidak untuk dibelanjakan terus-terusan.

Saya pun iseng meletakkan beberapa uang koin di sembarang tempat tanpa memberitahunya. Sore hari saat beres-beres mainannya, dia menemukan satu uang kon di dekat rak buku. Izza pun berseru “Buuu, wang” lalu berlari mengambil toplesnya dan memasukkan uang hasil temuan ke dalam toples. Yes, berhasil untuk satu hari pengenalan ini. Kita coba besok lagi, apakah Izza masih paham konsep mengumpulkan dan menyimpan uang ke dalam satu toples miliknya,

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^