7.7.18

Game Level #8: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini - Day 2

Mengenalkan Izza pda uang logam dan kertas asli yang sebelumnya memang sudah dia kenal baik, hanya saja saya belum mengenalkan pecahan uang. Seperti tujuan awal, saya berharap Izza tidak membuang, memakan, atau mencoret uang. Sampai saat ini hal yang belum bisa dia hilangkan adalah mencoret uang jika sudah memegang crayon atau pensil warna. Cukup membutuhkan sounding yang ekstra karena pada dasarnya Izza senang menggambar apa saja dan dimana saja. Mengenalkan uang koin dimulai dengan menghitung uang tersebut, membedakan mana yang besar dan kecil, lalu belajar menggambar lingkaran seperti uang koin yang dia pegang. Awalnya Izza senang sekali karena ada banyak koin yang saya kumpulkan untuk dihitung apalagi jika menghitung menggunakan bahasa Inggris, dia akan sangat senang sekali dan tanpa ragu untuk terus mengulang berhitung.

Mengenal uang koin
Mengenal uang koin

Mengenal uang kertas
Mengenal uang kertas
Setelah menghitung, membedakan ukuran uang koin, sayangnya tidak bertahan lama karena Izza lebih senang menghitung dan menumpuk uang koin menjadi sebuah menara. Sambil bermain uang koin saya beberapa kali mengatakan padanya kalau mau belanja harus pakai uang. Kemudian saya iseng bertanya padanya “Izza uangnya mau buat beli apa?”, dia terdiam lalu tersenyum pada saya dan menjawab “ecim (baca: es krim)”. Ya, sejauh ini, transaksi jual beli yang sering dia lihat adalah saat membeli es krim favoritnya. Malam harinya saya memberinya beberapa uang kertas. Hmm, lebih tepatnya karena dia menemukan dompet saya yang tergeletak di meja dan diambilnya. Ada beberapa pecahan uang dan yang membuatnya tertarik adalah warna dari uang tersebut. Tidak ada lagi agenda menghitung uang melainkan menyebutkan warna dari uang. Saya pun iseng memberi tahu pecahan uang berdasarkan warna. Sepintas Izza mau menirukan nomimal pecahan yang saya sebutkan tapi belum bisa menghafal dengan sempurna.

Dari sini Izza juga belajar konsep “banyak dan sedikit” berdasarkan jumlah lembaran uang bukan berdasar nominal, hehe. Kegiatan selanjutnya adalah membagi-bagikan uang, Izza memberikan beberapa lembar uang kertas pada saya dan ayahnya dan kami pun mengajukan pertanyaan yang sama tentang guna uang. Dia masih konsisten menjawab untuk membeli es krim meski sudah diberikan pilihan lainnya. Besok saatnya mengajak Izza untuk bertransaksi secara langsung saat ada pasar kaget, biasanya ada penjual buku atau mainan anak. Sudah saatnya Izza terjun langsung dalam proses jual beli, memilih barang yang dibutuhkan, dan negosiasi.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^