30.5.18

Game Level #7: Semua Anak Adalah Bintang - Day 9

Kegiatan hari ini inginnya saya buat fokus menggambar dan menyanyi seperti pada hari pertama tantangan. Untuk pagi hari, saya sudah membuat konsep untuk menggambar ‘shapes’ dengan cara menjiplak karena Izza sedang sedang menjiplak segala bentuk dengan pensil warna. Konsep kedua yaitu menulis dalam batasan gambar yang dibuat dalam bentuk ‘shapes’ tadi. Awalnya Izza mengikuti dengan tekun menjiplak bentuk lingkaran dan segitiga, meski awalnya dia enggan untuk menggambar secara langsung dan selalu meminta saya untuk menggambarkannya. Dia mengikuti beberapa arahan saya untuk menjiplak bentuk lingkaran dan segitiga dan akhirnya menyerah karena lebih memilih memainkan puzzle. Ya, kami menjiplak gambar dari bentuk puzzle yang ada. Akhirnya saya arahkan pada konsep yang kedua yaitu menulis dalam batasan. Maksudnya, dia hanya boleh menulis atau mencoret dan menggambar di dalam bentuk, tidak boleh di luar garis. Hmm... sepertinya Izza belum paham betul, meski awalnya dia bisa mencoret di dalam garis, pada akhirnya kertas di luar garis pun ikut dicoret-coret.

Pada video di atas adalah kegiatan Izza dengan puzzle favoritnya, ternyata dia lebih memilih puzzle dan mulai berhitung dalam bahasa Inggris. Ini adalah salah satu momen yang membuat saya senang karena saya sendiri tidak pernah mengenalkan angka dalam bahasa Inggris secara langsung, tapi selalu menemaninya jika nonton youtube. Awalnya Izza hanya berkata “One, Two, Three”, karena saya takjub akhirnya pelan-pelan saya kenalkan angka selanjutnya. Dan beberapa hari ini memang dia baru saja hafal sampai angka sepuluh dalam bahasa Inggris dan Indoensia, jadi lah Izza sedang senang-senangnya berhitung. Evaluasi kegiatan menulis dan menggambar: Izza masih suka dengan aktivitas ini, tapi mudah untuk dialihkan atau teralihkan dengan kegiatan lain yang mungkin menurutnya lebih menyenangkan. Izza suka hal-hal baru, seperti halnya berhitung dalam English, jadi menggambar kalah dengan berhitung.


Malam harinya, sambil menunggu ayah yang masih di kantor, saya meminta Izza untuk mengambil buku dan electronic pen untuk belajar membaca dan bercerita. Sayangnya mendongeng tidak bisa berlangsung lama, karena Izza sudah hafal dengan letak pilihan musik dalam buku. Akhirnya kami menyanyi bersama. Coba lihat video di bawah ini, betapa bahagianya dia saat menyanyi, meski liriknya belum hafal betul tapi dia bisa mengikuti irama dengan baik. Izza pun fasih mengganti satu musik ke musik lainnya. Evaluasinya: menyanyi masih menjadi primadona bagi Izza dan selalu bisa membuatnya berbinar. Ada saja lagu yang bisa dia sinkronkan dengan kegiatan yang sedang dia lakukan. Saat membaca buku, maka dia akan menyanyi, saat berhitung akan menyanyi, bahkan saat berdoa dia akan lanjut bersholawat. Mungkin musik menjadi salah satu media belajar yang mudah baginya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^