29.5.18

Game Level #7: Semua Anak Adalah Bintang - Day 8

Libur kejepit yang Alhamdulillah membawa berkah, apalagi ditambah cuaca mendung sedari pagi diteruskan hujan hingga sore sukses membuat saya malas gerak. Izza yang bangun sedari subuh langsung ‘mengganggu’ ayahnya yang sedang bekerja di ruang tamu, sedangkan saya lanjut tidur, hehe. Sesuai kesepakatan dengan suami, saat hari libur, Izza ada ditangan ayahnya kecuali saat makan dan tidur. Jadilah saya hanya handle saat di jam makan dan tidur saja, selebihnya saya bisa ‘me time’ yang lebih sering saya isi dengan beres-beres rumah. Setelah sarapan pagi, Izza ‘membantu’ ayahnya membuat pereman telur dari kardus bekas yang diberi lampu kuning. Ya, ayam kate kami sudah bertelur total 4 biji sedangkan induknya enggan mengeraminya. Izza dan ayahnya sibuk berdialog di teras rumah, lebih tepatnya bisa dibilang sang ayah terus komplen pada Izza yang mau ikut andil, hehe. Sedangkan saya asyik mendengarkan celoteh mereka dari belakang sambil cuci baju.

Aktivitas seperti inilah yang selalu saya nantikan, Izza dan ayahnya ‘akur’ dan saling berdialog. Karena secara otomatis akan menambah kosakata dan wawasan Izza. Sengaja saya tidak memberikan pensil dan kertas, biarlah hari ini menjadi hari bebas Izza untuk brekreasi. Sampai pukul 11 siang akhirnya Izza mengalah dan mencari saya untuk kemudian mapan tidur. Yang akhirnya kami bertiga tidur berjamaah. Sorenya, setelah Izza makan siang, kami siap-siap untuk buka puasa di luar rumah untuk kali pertama. Hari merdeka bagi saya karena tidak masak, hehe. Dulu, saat Izza berusia sekitar 18 bulan, dia masih takut jika berada di keramaian, sekarang, usia 23 bulan, Alhamdulillah Izza sudah tidak takut lagi malah sebaliknya. Izza mulai senang berkenalan dengan orang lain meski awalnya seperti malu, tapi mau juga diajak komunikasi.

Malamnya, tidak ada aktivitas lagi, selagi ayahnya sholat tarawih di rumah, saya dan Izza berdialog di dalam kamar. Ada begitu banyak sekali hal yang kami bicarakan. Mulai dari Izza tadi makan apa, makannya enak apa tidak. Berhitung, mengeja nama keluarga, hingga menyanyi dan bersholawat yang berulang.  Di bawah ini ada sedikit audio percakapan antara kami berdua.

Perhatian: Sound ON, ya, karena ini hanya audio, videonya blank hitam.



Evaluasinya: Izza senang jika terus diajak komunikasi dan berdialog. Dia mulai bisa mengikuti apa yang saya katakan dengan kompleks. Sudah bisa mengikuti irama lagu dengan jelas meski artikulasinya sesuai kemampuan dia. Yang penting disini, dia menikmati proses yang kami lakukan, tidak ada paksaan. Kekurangannya, saya masih belum bisa membuat konsep secara matang, karena mobilitas kami pun cukup tinggi, sedangkan di rumah Izza tidak selalu mau hanya dengan aktivitas yang sama setiap hari.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^