25.5.18

Game Level #7: Semua Anak Adalah Bintang - Day 4

Hari ini saya sudah membuat konsep bermain dengan Izza menggunakan potongan kertas yang membentuk beberapa “shapes” yang dulu pernah dimainkan. Maunya saya, kami menggambar mengikuti pola dari shapes tersebut sambil menyebutkan warna-warna dalam bahasa Indonesia dan English. Sayangnya, Izza bukan tipe anak yang bisa dipaksa bermain sesuai kemauan bundanya, dia hanya akan bermain yang menarik perhatiannya. Setelah rutinitas pagi selesai, saya mengeluarkan potongan shapes tersebut, tapi tidak digubris oleh Izza. Dia hanya mengamati sebentar dan menyebutkan nama bentuk tersebut lalu manrik tangan saya menuju rak tempat menyimpan puzzle. Dengan bahasanya yang masih belum jelas, Izza meminta saya untuk mengambil puzzle angka dan bentuk sambil memeragakan dan berusaha mengucapkan “round and round”. Ah, ternyata Izza minta puzzle yang ada angka dan bentuk. Okelah, tidak masalah, yang penting Izza tetap bermain dan belajar pagi ini.

Izza lebih pilih puzzle daripada menggambar
Izza lebih pilih puzzle daripada menggambar
Izza sudah cukup hafal dengan urutan angka 1 sampai 10 dengan bahasa Indonesia dan English, tapi dia belum hafal bagaimana bentuknya. Untuk shapes, Izza sudah tahu beberapa seperti lingkaran, segitiga, dan persegi. Setelah menamatkan puzzle angka dan bentuk, kembali dia minta saya untuk mengambil puzzle lainnya yaitu hewan dan buah-buahan. Tamat sudah dia menyebutkan nama buah dan hewan lalu menirukan suara dan gerakan hewan-hewan tersebut. Puzzle terakhir, puzzle alfabet, puzzle yang lebih rumit karena jumlahnya ada banyak. Baru beberapa saja yang dia tahu dan hafal. Evaluasi saya untuk Izza bermain puzzle: biasa saja, tidak begitu berbinar jik adilihat dari raut wajahnya. Berbeda saat dia menggambar atau menyanyi dan menari, pasti akan tersenyum lebar dan terlihat senang sekali.

Mungkin memang sedang tidak mau bermain dengan pensil warna, karena sore hari pun pensil warna masih diabaikan. Sedangkan saya pun agak enggan untuk mengeluarkan crayon karena kondisinya sudah mandi dan bersih, jika bermain crayon dia suka tapi kotor jadi pending dulu, hehe, bundanya malas bersih-bersih jika sudah mendekati waktu maghrib.

Malamnya, suami skip sholat tarawih di masjid karena harus mengantar saya ke dokter kandungan untuk periksa calon anak kedua. Selama di mobil, Izza ngoceh tanpa henti dengan bahasanya sendiri seperti sedang mendongeng, lalu tiba-tiba dia memanggil dan menepuk perut saya “Bu, Bu, tu buyung” saat melewati bundaran dengan patung burung. Saya pun menimpalnya “Burung apa itu, Kak?” dia menjawab dengan nyanyian “Yuyung kaka uwa...” yang berakhir dengan menyanyi selama perjalanan ke dokter. Nah, perbedaan besar bisa terlihat jelas saat Izza bermain puzzle dan menyanyi. Saat menyanyi seolah energinya tidak akan habis dan selalu ada lagu yang ingin dia nyanyikan bahkan satu lagu bisa diulang beberapa kali. Ada satu album lagu anak mungkin ya selama perjalanan ke dokter tadi, sayangnya tidak direkam karena posisi ponsel ada di dalam tas dan jika saya mengambil ponsel perhatiannya akan beralih dan minta youtube. Selalu menyenangkan menyanyi bersama Izza dan hal positif yang bisa diambil adalah kosa katanya yang semakin bertambah dan artikulasinya jelas.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^