24.5.18

Game Level #7: Semua Anak Adalah Bintang - Day 3

Hari ketiga tantangan dengan kondisi Izza yang Alhamdulillah membaik. Kabar baiknya, Izza tidak perlu rawat inap dengan syarat dia tidak kekurangan cairan alias tidak dehidrasi. Hari ini makan dan minum lumayan lah meski sempat muntah sekali setelah sarapan. Jadi hari ini masih dalam suasana memaksa Izza agar istirahat total, karena kalau tidak dipaksa dia bisa naik turun kasur atau sudah lari keluar rumah. Alhasil pintu dan pagar tralis pintu saya kunci lalu menyediakan sekotak pensil warna beserta bukunya. Meskipun awalnya Izza membawa kotak bola, koleksi ikan dan alat pancing, tapi harus saya simpan lagi agar tubuhnya tidak terlalu banyak bergerak. Berbekal pensil warna dan beberapa lembar kertas lalu mengajak dia untuk menggambar singa dan beruang, maka Izza sudah bisa duduk manis. Sayangnya tidak berlangsung lama karena tiba-tiba dia minta mapan tidur, mungkin efek obat ya jadi dia sudah ngantuk.

Alhadulillah hujan turun di siang hari, tidurnya jadi nyenyak hingga jam 1 lebih dia baru bangun untuk makan siang. Setelah itu saya mikir lagi kegiatan apa yang tidak membuat dia bosan meski dilakukan di atas kasur. Pilihan kembali ke pensil warna dan kertas. Kali ini dia meminta saya untuk menggambar jari-jari tangan hingga kakinya di atas kertas, jadi seperti menjiplak. Tanpa komando, tiba-tiba Izza menyanyikan lagu anak yang berjudul “Daddy Finger” yang akhir-akhir ini memang sedang menjadi favoritnya. Nah, kalau begini saya galau lagi, dari menyanyi dan menggambar rasanya itu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan bagi Izza.


Setiap kali menggambar, Izza pasti mempresentasikan dengan hal lainnya seperti menyanyi dan bergerak, berhitung, menirukan suara, bahkan menirukan gerakan sambil melompat-lompat. Dasar anaknya punya keterampilan fisik yang lebih, jadi kalau tidak bergerak rasanya belum puas, begitu kali, ya? Seperti hari ini, dia menggambar jari tangan, maka otomatis menyanyi lagu yang relevan dnegan gambarnya. Evaluasi saya: menggambar dan menyanyi masih menjadi dua hal favorit Izza, seakan tidak bisa dipisahkan. Mungkin besok saya harus menyiapkan konsep dan properti yang matang agar Izza fokus pada pensil dan kertas dengan tujuan untuk melihat seberapa berbinar-kah Izza dengan dua benda tersebut?

Mumpung umurnya belum 2 tahun, jadi saya ingin terus menggali hal apa saja yang Izza sukai selain keterampilan fisik alias bergerak bebas. Kalau kata ayahnya, Izza itu anaknya gaya bebas dan suka semaunya sendiri, jadi untuk saat ini dipantau terus perkembangannya seperti apa dan lebih menonjol dimana. Jika memang benar bakatnya ada pada keterampilan fisik, maka tugas kami sebagai orang tua harus memfasilitasi dengan energi yang tidak kalah darinya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^