6.4.18

Game Level #6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - Day 9


Hari ke sembilan, kondisi bunda sedang drop, benar-benar merasa capek sampai keluar lebam-lebam biru di badan yang memang tanda kalau badan butuh istirahat total. Hari ini pun tidak masak dan mengandalkan suami untuk beli sarapan dan makan siang, jadwal nyuci baju pun harus diundur hingga besok atau masuk ke laundry. Sementara Izza sedang sangat excited dengan segala mainan yang terkumpul di ruang tamu karena kemarin sengaja tidak saya kembalikan ke tempatnya. Setelah sarapan, dia meangambil bola warna-warni dan selotip yang tercecer, menyerahkan pada saya tanda minta dibuatkan lahan untuk “tanam dan petik bola” seperti kemarin. Saya alihkan saja dengan buku dan pensil warna agar saya tidak terlalu banyak bergerak mengikuti aksinya. Untungnya di mau dialihkan tapi mengambil stiker dan gunting yang memang saya sediakan untuknya. Saat ini saya tidak melarang Izza memegang gunting sungguhan (saya berikan gunting kecil yang ujungnya tumpul dan gagangnya empuk) untuk melatih motoriknya, untuk pisau memang masih saya berikan pisau mainan.

Jadilah pagi ini bermain menempelakn stiker pada buku mewarnai. Saya sedikit berpikir, pelajaran matematika logis seperti apa yang bisa diberikan saat menempel stiker. Ah, iya! Saya teringat quote menarik yang pernah dibagikan Mbak Amanda di kelas, bahwa matematika bukan sekadar hitungan atau rumus melainkan bagaimana bisa mengerti. Teringat juga tentang materi dan cemilan di level ini bahwa matematika itu bagaimana bisa berpikir dan memecahkan masalah secara logis. Mengerti jauh dekat, luar dalam, atas bawah, kosong penuh, bersih kotor juga merupakan cara berpikir secara logis. Sampai saat ini, Izza sudah paham tentang konsep jauh dekat, luar dalam, penuh habis, bersih kotor, sedangkan atas bawah belum pernah saya ajarkan secara maksimal. Jadilah pagi tadi mengenal konsep atas dan bawah serta mencocokkan gambar yang sesuai antara stiker dan yang ada di buku gambar. Cara bermain yang saya lakukan adalah: menyebar semua stiker, meminta Izza menyebutkan nama gambar lalu mencari gambar yang sama dengan stiker dan menempelkannya pada buku mewarnai. Dalam satu contoh Izza sudah paham, saat halaman bukunya di balik otomatis dia akan mencari stiker dengan gambar yang sama. Dalam video di atas terlihat Izza sudah bisa membuka tempelan stiker padahal kuncinya yaitu saya membuka ujung stikernya jadi dia bisa membuka tempelannya, hehe.

Menyusun dan menghitung buku
Menyusun dan menghitung buku
Kami menempelkan stiker hingga semuanya habis, padahal niat saya sebelumnya adalah Izza mewarnai buku satu gambar baru dapat stiker, tak apalah, hehe. Akhirnya saya yang ngantuk dan mengajak Izza tidur di jam 10 pagi, hehe. Sore hari setelah makan siang dan ayah kembali kerja, saya kembali bingung mau meberikan permainan matematika seperti apa. Akhirnya saya memberikan satu buku dan electronic pen, mengajak dia membaca dan menyanyi kira-kira setengah jam barulah ide muncul dari kepala. Saya keluarkan semua buku koleksi Halo Balita dan menyusunnya menjadi satu baris di lantai lalu menjatuhkannya secara berantai. Saya mengajak Izza untuk menyusun buku sambil berhitung, Izza suka! Dia tertawa senang saat bisa menyusun buku dengan rapi tanpa menjatuhkannya. Dan dia semakin tertawa senang saat buku-buku itu roboh secara berantai dan diakhiri dengan tepuk tangan. Begitu seterusnya seperti tanpa bosan, Izza semakin ketagihan dengan berhitung. Lalu saya menyusun buku seperti membuat rumah, Izza mengikutinya. Jadi teman bermain sore ini adalah menyusun buku dalam berbagai bentuk hingga seperti menara yang tinggi. Saya yang menyusun lalu Izza dengan senang hati menjatuhkannya, lalu kami akan tertawa senang bersama. Indahnya sore tadi, permainan sederhana yang sungguh menyenangkan.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^