5.4.18

Game Level #6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - Day 8

Hari ini hawanya panas sekali, bunda malas gerak maunya di kamar pasang AC sambil main ponsel, hehe. Maunya sih begitu, ya, kalau masih single tak apa, sekarang sudah mau dobel anaknya jadi tidak boles malas biar anaknya tidak ikut malas. Pagi tadi saya sengaja tidak masak untuk sarapan jadi beli bubur ayam untuk Izza dan lontong sayur untuk suami. Jadinya masak saat menjelang makan siang. Setelah mandi dan sarapan, saya mengajak Izza untuk mengulang permainan kemarin yaitu memasukkan kartu bentuk ke dalam celengan kardus dengan 4 lubang bentuk sesuai dengan kartu. Seperti halnya sekolah mengulang pelajaran, hehe. Alhamdulillah Izza makin fasih mengenal bentuk terutama lingkaran dan segitiga, kadang dia masih bingung membedakan persegi dan persegi panjang, mungkin karena bentuk yang hampir sama. Tapi karena saya membuat persegi panjang bentuknya lebih kecil dari persegi Insyaallah masih mudah dipahami olehnya.

Selain fasih dalam memasukkan kartu bentuk ke dalam celengan, Izza juga makin fasih becanda dengan mainan tersebut. Makin penuh dengan kreasi. Entah dia dapat ide dari mana, kali ini seperti Izza yang sedang mengajari saya, persis seperti apa yang telah saya ajarkan padanya. Dia mengambil kartu bentuk dari dalam wadah dan menyodorkan pada saya seolah menginginkan saya untuk mengucapkan warna dan bentuknya. Lalu dia menunjuk celengan dan berkata “Iniii!” saat itu dia memberi saya kartu bentuk lingkaran dan tangannya pun menunjuk celengan lingkaran. Saat saya berhasil memasukkan kartunya ke dalam celengan dia bertepuk girang sambil berteriak “Yeaayyy” persis seperti saya. Ah, anak ini memang pandai meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Saya pun masih takjub dengan aksinya pagi tadi.


Saat dia sudah terlihat bosan, saya berikan susu dan akhirnya minta mapan tidur. Ah, me time! Masak maksudnya, hehe. Bisa masak dan mandi dengan tenang tanpa ada batita yang ngekor di kaki itu lega rasanya. Bisa selonjoran sebelum Izza bangun. Menjelang makan siang, dia bangun dan mengambil bola warna-warni yang saya simpan di dapur, mulailah dia melempar sana sini. Saya yang kehabisan ide akhirnya menggunakan permainan lama yang berjudul “memetik buah” yaitu bola-bola saya tempelkan pada selotip dan dia akan meraihnya untuk memetik. Permaian ini kami lakukan saat Izza baru bisa berjalan, jadi untuk melatih keseimbangan dan latihan jinjit. Untuk saat ini permainan dimodifikasi menjadi “menanam dan memetik buah” dalam artian menempel dan mengambil bola pada selotip yang dilakukan oleh Izza. Saya memberikan contoh beberapa dengan menempelkan bola di selotip yang kemudian secara otomatis diikuti oleh Izza. Setelah semua lapisan selotip penuh, saya memintanya untuk memetik bola.

Konsep permainan ini masih seputar mengenal warna dan berhitung. Saat menempelkan bola, saya meminta Izza mengambil bola sesuai dengan warna yang saya perintahkan. Saat memetik sambil berhitung. Meski pada akhirnya, Izza melakukan aksi bebas semaunya, hehe. Permaian ini jug abisa melatih motorik dan konsentrasi jadi sekiranya cocok untuk anak di bawah 2 tahun. Permainan yang sederhana, tapi Izza girangnya Masyaallah. Melihat dia bertepuk tangan dan berteriak senang itu bahagia meskipun permainan sederhana dan sepele. Kebanggaan seperti inilah yang membuat saya malu kalau harus malas untuk mengajaknya bermain. Meski pada faktanya badan mulai cepat lelah jika harus beraktivitas fisik dengannya. Semoga tetap bisa membersamai Izza meski perut semakin besar.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^