2.4.18

Game Level #6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - Day 5

Hari ini tema dalam bermain dan belajar matematika logis mengenalkan warna dan berhitung menggunakan bola plastik warna-warni. Bola warna-warni ini lebih sering saya sembunyikan dan dihindarkan dari pandangan mata Izza daripada saya keluarkan untuk bermain. Alasannya sederhana, saya lelah membereskannya, hehe, padahal sudah dibeli tapi disimpan dengan rapi. Dan mulai kemarin dikeluarkan lagi dari tempat penyimpanan untuk mendukung Izza dalam belajar dan bermain matematika logis. Untungnya Izza sudah mengerti cara merapikan mainannya sendiri jadi saya tidak terlalu capek untuk memungut satu per satu bola kecil tersebut. Ternyata, Izza sangat antusias saat bermain dengan bola-bola tersebut, seperti bertemu dengan kawan yang sudah lama tidak berjumpa. Akhirnya saya yang harus putar otak agar Izza bisa bermain bola tersebut dengan tenang tanpa dilempar ke sembarang tempat. Ide pun di dapat setelah membuka instagram.

Saya membuat seluncuran sederhana dari kertas yang ditempel di dinding secara bertingkat jadi bola bisa menggelinding dari atas ke bawah dan masuk ke ember. Cukup satu kali memberikan contoh pada Izza dan dia sudah mengerti cara bermainnya. Awalnya saya membiarkan dia bermain secara bebas, menikmati dulu menggelindingkan bola dari seluncuran atas hingga bawah. Lalu mulai saya berikan perintah saat bola sudah terkumpul semua di dalam ember. Saya memintanya untuk memasukkan bola sesuai dengan warna yang saya sebutkan secara berurutan. Memang tidak semuanya berhasil karena Izza lebih berhasrat untuk memasukkan bola sesuai dengan keinginannya. Baiklah, terserah Izza karena saya bicara secerewet apapun tidak dihirau. 

Akhirnya permainan saya ubah menjadi berhitung. Yaitu saat semua bola sudah terkumpul dan saya minta Izza untuk memindahkan bola-bola tersebut ke dalam troli miliknya sambil dihitung. Berhasil, yeay! Izza mau menghitung meski secara acak dan tidak peduli berapa bola yang sudah dia pindahkan. Tak masalah, yang penting Izza sudah mengerti maksud dari berhitung. Tapi tidak berlangsung lama, karena Izza ingin melakukan permainan yang pertama yaitu bola seluncur. Saat dia sedang asyik bermain dengan bola-bolanya, saya tinggal untuk masak makan siang. Mungkin dasarnya Izza memang kreatif, ada saja akalnya. Dia mulai memasukkan bola dari seluncur tingkat ke dua dan tiga, tak mesti dari yang pertama yang paling tinggi. Kadang dia memindahkan bola dari ember ke keranjang menggunakan jaring kecil sambil dihitung. Masyaallah, meski saat diajari seolah tak memerhatikan tapi nyatanya dia bisa mengikuti apa yang saya ajarkan. 


Malam harinya, Izza mengeluarkan semua bola di dalam ember dan mengajak ayahnya bermain saat saya sedang makan. Hmm, gaya belajar saya dan suami memang sangat berbeda tapi sama-sama bermakna. Masih ingat kan kalau suami sering mengajak Izza bermain bola? Kalo ini mereka bermain saling melempar bola sambil menyebutkan warnanya. Dan tak main-main, bola warna-warni berhamburan ke sleuruh penjuru ruang tamu. Hmm, saya sih tidak masalah yang penting Izza dan ayahnya tanggung jawab untuk membereskannya, hehe. Seperti pasa video di atas, Izza terlihat sangat ceria bermain dengan ayahnya, begitulah setiap mereka berdua bertemu. Klop!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^