1.4.18

Game Level #6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - Day 4

Memancing ikan dan bola di ember
Memancing ikan dan bola di ember
Pagi ini kami ada rencana ke car free day di taman bundaran besar sayangnya kesiangan, tapi kami tetap berangkat untuk sarapan dan Izza naik odong-ododng yang sudah kami janjikan. Biasanya jadwal naik odong-odong kalau tidak rabu malam ya kamis malam, tapi hujan terus jadilah minggu pagi kami janjikan ke CFD. Setelah sarapan di CFD, kami ke pasar besar untuk beli stok ikan, ayam, dan lauk pauk lainnya dan berujung mampir ke toko mainan beli pancing magnetik yang diminta Izza saat di CFD. Ayahnya menjanjikan, jadi membelikan. Sampai di rumah saya sibuk membereskan hasil belanjaan, menyiangi ikan, ayam, dan semuanya. Urusan belajar dan bermain hari ini menjadi tanggung jawab ayah Izza sepenuhnya. Keduanya sepertinya sangat antusias membuka alat pancing magnetik yang bari dibeli tersebut.

Suami mengambil ember besar di tempat cuci baju dan membawanya ke teras disambut dengan riang gembira oleh Izza sambil menganyunkan alat pancing yang sudah dibukanya. Saya bernafas lega, bisa meninggalkan Izza dan ayahnya bermain yang bukan sekadar bermain. Dari dalam dapur saya mendengar keriangan suara keduanya saat memancing ikan di ember. Saya mendengar ayahnya mengajari nama ikan beserta warnanya. Kira-kira seperti ini: “Ini yang warna hijau namanya buaya, yang warna kuning kura-kura,” entah seperti apa bentuk ikan yang baru mereka beli kok ya ada buaya dan kura-kura. Sorenya saat saya melihat alat pancing dan ikan-ikannya ternyata benar ada buaya, kura-kura, kepiting, dan bintang laut, serta beberapa ikan lainnya. Fantastik! Izza pun menirukan suara ayahnya menyebutnya warna dan nama ikan. Dari dalam dapur saya berteriak pada suami untuk mengambil bola warna warni agar dimasukkan ke dalam ember dengan tujuan belajar menghitung dan mengenal warna lagi. Tak lupa saya menyerukan pada suami “Jangan lupa difoto, ya, Mas!” Saya tak mau kehilangan momen asyik mereka yang juga sebagai bukti tulisan ini, hehe.

Memancing ikan dan bola di ember
Memancing ikan dan bola di ember
Mereka melanjutkan mainan dengan menghitung bola warna-warni, terdengar Izza lebih sering mengatakan “yelo” daripada kuning, entah mengapa. Malamnya saat saya coba tes antara kuning dan yellow juga lebih memilih yellow. Saat saya mulai masak untuk makan siang, terlihat permainan mereka juga sudah usai. Semua bola, ikan, dan alat pancing pindah ke ruang tamu, kali ini tanpa air, syukurlah. Saya intip, Izza dan ayahnya menghitung bola dan memasukkannya ke dalam keranjang sedangkan ikan-ikannya tergeletak begitu saja. Saat Izza melihat saya, otomatis dia menghampiri saya sambil memegang alat pancing dan memeragakan gerakan memancing. Saya pun mengajaknya berdialog tentang ikan yang dia pancing. Gurat wajahnya menunjukkan wajah yang cerah gembira. Alhamdulillah.

Hari ini sebenarnya tanpa konsep mau mengenalkan matematika yang seperti apa, tapi jika dilihat dari permainan yang dia lakukan dengan ayahnya bisa diambil kesimpulan bahwa permainan hari ini untuk mengenalkan nama hewan, warna, dan berhitung. Saya sebang karena ayahnya mengikuti ritme materi di setiap tantangan. Sabtu kemarin memang saya menceritakan mengenaik tantangan level 6 ini, meskipun saya tahu dan tidak berharap dibantu karena di kantornya sedang sibuk audit. Tapi, good job untuk suami!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^