31.3.18

Game Level #6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - Day 3

menakar kacang hijau dalam wadah
menakar kacang hijau dalam wadah
Sabtu bersama ayah, itulah judul kegiatan Izza di rumah setiap akhir pekan kalau ayah sedang tidak lembur. Hari ini, mulai dari bangun pagi, mandi, lalu sarapan dikerjakan oleh ayah sedangkan saya bersantai sejenak karena tidak ada cucian baju. Alasan dibalik kagiatan sabtu bersama ayah adalah untuk meningkatkan bonding antara Izza dengan ayahnya, karena setiap malam kurang maksimal. Disamping itu, saya ingin membiasakan suami dan Izza tanpa saya untuk sejenak saja agar kelak saat melahirkan nanti mereka berdua bisa mandiri dan ayah bisa memenuhi kebutuhan Izza. Ya, seperti lahiran pertama, saya memilih untuk tidak pulang ke Jawa karena lebih nyaman jika berada di samping suami saat hamil tua. Sebelum saya hamil, kegiatan sabtu bersama ayah memang sudah ada hanya saja, saya masih sering ikut campur. Mulai beberapa minggu lalu sudah sedikit lepas tangan meski untuk urusan makan kadang masih belum rela. Untuk urusan belajar dan bermain, Alhamdulillah suami sudah bisa diandalkan, dalam artian sudah bisa bersikap konyol dihadapan anaknya, hehe. Maklum, suami tipe jaga image.

Permainan hari ini menggunakan kacang hijau yang terinspirasi dari salah satu akun instagram seroang bapak yang sering memposting kegiatan montesori bersama dua anak laki-lakinya. Dalam video tersebut mengenalkan abjad menggunakan kacang yang disusun mengikuti garis abjad lalu melafalkan hurfu yang terbentuk. Untuk hari ini saya modifikasi dari abjad menjadi angka dan diatas angka diberi doubletip agar kacang hijau tidak mudah tumpah.

Rasanya memnag masih terlalu dini mengajarkan Izza angka-angka tersebut, meski pada nyatanya Izza tahu angka satu dan dua saat saya menuliskannya di atas kertas. Tujuannya, sih agar Izza familiar dengan tulisan angka bukan sekadar mengucapkannya dan memeragakan dengan jari tangan. Permainan awal, saya memberikan contoh pada Izza dengan membubuhkan beberapa butir kacang hijau di atas tulisan angka yang berwarna merah. Eh, ternyata Izza malah mengambil kacang hijau yang sudah tertempel dan memindahkannya ke dalam wadah. Butuh beberapa kali contoh agar Izza mau menempelkan kacang hiaju pada angka dan memang tidak berlangsung lama, karena Izza lebih tertarik mengambil kacang hijau yang tertempel. Bahkan saat ayahnya ikut memberi contoh juga tidak digubris, baiklah, sesuka dia saja. 

Permainan kedua yang sepertinya sudah ditunggu-tunggu oleh Izza yaitu memindahkan kacang hijau dari wadah besar ke beberapa wadah kecil menggunakan sendok. Kali ini ayahnya yang beraksi, memberi tahu, kalau wadah kecil sudah terisi penuh maka isi wadah yang kosong lainnya. Dan saya pun tergelak melihat aksi Izza yang menuangkan kacang hijau dari wadah yang penuh ke wadah yang kosong, begitu seterusnya sampai 4 wadah yang saya sediakan sudah dia isi. Kemudian Izza mengambil wadah baru lagi dari keranjang dan mengisinya, hmmm. Ada-ada saja, ya, bocah. Permainan ini seperti tanpa instruksi, Izza bisa melakukan banyak hal dengan  kacang hijau dan beberapa wadah tersebut. Kadang wajan jadi sendok, botol susu jadi wadah, dan sebagainya.

Sebenarnya konsep hari ini mengenalkan tentang angka satu sampai tiga, takaran, dan ukuran besar atau kecil, tapi ya Izza maunya berkreasi sendiri. Kreasi itu tidak dilarang selama bisa membangkitkan daya kreativitasnya karena bermain dengan anak itu tidak ada pakemnya asal tidak bahaya. Saya pun meninggalkan Izza dan ayahnya bermain bersama untuk bersantai di depan TV sambil minum susu. Alhamdulillah mereka berdua anteng dan ternyata pada akhirnya mereka bermain menggunakan waterbeads yang sudah direndam sebelumnya. Entah mereka bermain seperti apa, sayup-sayup saya mendengar ayahnya mengajarkan warna.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^