30.3.18

Game Level #6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - Day 2

Menghitung pompom
Menghitung pompom menggunakan penjepit
Alhamdulillah hari ini libur nasional jadi suami bisa di rumah bermain dengan Izza, setelah global cleaning kamar dan lemari Izza serta bagian teras dan taman. Global cleaning adalah program rutin setiap 3 bulan sekali yang selalu kami lakukan untuk bersih-bersih rumah bagian tertentu secara total. Setelah sarapan dan cuci baju, kami mulai bergeriliya dengan rugas masing-masing sedangkan Izza bermain dengan pompom kecil warna warni dan sumpit/penjepit kecil. Alhamdulillah tidak banyak yang harus kami kerjakan jadi bisa beres dalam waktu singkat dan perhatian beralih pada Izza. Permainan hari ini menggunakan konsep mengenalkan warna dan belajar berhitung, ditambah untuk melatih motorik halusnya.

Permainan pertama yaitu menghitung pompom dengan memggunakan alat yaitu sumpit kecil. Tujuan saya menggunakan sumpit atau penjepit kecil, selain untuk melatih motorik halus, juga suapaya Izza tidak cepat bosan dan melatih kesabaran. Selama ini Izza memang agak kurang sabar jika tidak bisa melakukan tantangan yang saya berikan. Permainan pertama tanpa melihat warna pompom jadi fokus menghitung dulu. Izza sudah bisa mulai menirukan angka hitungan dengan bahasanya sendiri, kata yang belum jelas dan masih belum urut mulai satu sampai lima. Izza lebih senang berhitung dari satu langsung menuju angka lima. Thats okay, yang penting dia tahu apa itu berhitung. Izza juga seskali berhitung sambil memeragakan dengan jarinya yang dilipat memgikuti gerakan yang saya ajarkan. Saat dirasa Izza terlihat bosan dan mulai menghamburkan pompom, saya beralih mengenalkan konsep warna.

Dari pompom ada beberapa warna yaitu merah, kuning, biru, hitam, ungu, hijau, dan putih. Saat saya bertanya pada Izza warna apa yang sedang dia pegang, Izza menjawab “ping” sepakat dengan bayangan saya karena Izza sudah fasih menyebut warna pink. Saya menyebutkan satu per satu warna dalam bahasa Indonesia tapi Izza tidak mau menirukan. Sengaja saya menyebut merah dan kuning dalam bahasa Inggris ternyata dia mau mengikuti. Hmm... kalau seperti ini saya jadi galau, harus menetapkan satu bahasa saja atau lanjut dengan bilingual. Setelah menyebut satu per satu warna, saya memintanya untuk mengumpulkam warna yang sama ke dalam wadah kecil. Awalnya dia memasukkan warna secara acak tapi akhirnya sudah tahu polanya dan bisa mengumpulkan warna yang sama.

Mengumpulkan pompom yang se-warna dengan donat
Mengumpulkan pompom yang se-warna dengan donat
Saat Izza sedang asyik mengumpulkan warna dalam wadah menggunakan penjepit, saya mengambil mainan menara donat warna warni miliknya dan menyuruh Izza menebak warna. Alhamdulillah Izza bisa menebak warna “red”, “yelo”, dan “hijo” dengan benar. Lalu saya meminta Izza untuk memasukkan pompom yang warnanya sama dengan donat ke dalam lubang donat. Yes, Izza kembali benar memasukkan warna merah dan biru. Sampai disini saya rasa belajar bisa disudahi dan membiarkan Izza bermain bebas sesuai kreativitasnya. Kemudian saya meninggalkan Izza untuk urusan rumah dan dia masih asyik bermain dengan pompom dan gayung kecil seolah sedang minum.

Sore hari ternyata mati listrik dan genset kami sedang rusak, jadi kami putuskan untuk tidak ada sesi belajat karena kami harus duduk di teras sambil menikmati hujan dan bermain dengan kelinci. Itulah cara belajar sambil bermain kami hari ini, hanya dengan pompom sederhana bisa melakukan beberapa macam permainan.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^