7.3.18

Game level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca - Day 7

Pohon literasi day 7
Pohon literasi day 7
Rabu malam adalah jadwal saya ke pasar kaget yang ada di perumahan sebelah, plus jadwal Izza naik odong-odong. Jadi membaca buku saya alihkan di pagi an siang hari, tentu melihat moodnya Izza dulu. Cuaca pagi ini masih sendu seperti kemarin, malas masak jadinya sarapan seadanya saja. Baru masak saat Izza selesai sarapan. Seperti hari kemarin, Izza menemani saya masak dengan bermian panci, kentang, sendok nasi, dan spindol marker! Entah spidol itu ambil darimana padahal seingat saya sudah tersimpan rapi di rak bagian atas. Saat spidolnya saya minta dia ngamuk, akhirnya saya menyerah agar bisa masak dengan nyaman. Alhasil 3 panci dan kentang penuh dengan coretan spodol marker warna hitam. Untungnya bisa dibersihkan dengan jeruk nipis, hehe. Setelah semua pekerjaan rumah beres saya mengajak Izza untuk istirahat santai di ruang tamu dengan mengambil beberapa buku dari laci.


✤ Aku Selalu Hati-Hati dari Halo Balita
Ini buku pertama pagi ini, buku yang dipilih Izza karena ada gambar pisau dan dia suka mendengar bunyi pisau melaui e-pennya. Hal yang bisa saya sampaikan dari buku ini adalah Izza belum boleh pakai pisau bunda dan hanya boleh pakai pisau plastik mainannya. Saya bilang “No... No... ambil pisau yaa, tajam, nanti sakit terus nangis”, kemudian Izza memeragakan gayanya saat sedang menangis. Izza sudah bisa membuka kunci laci dapur, biasanya saya unci dan kuncinya dilepas. Jika sedang lengah, kuncinya masih nempel dan Izza buka laci dapur untuk mengambil alat dapur termasuk pisau. Cobek dan pisau adalah favoritnya, pernah suatu hari Izza memegang pisau di tangan kakan dan kiri, 2 pisau sekaligus. Sayangnya saya belum merapikan meja dapur lagi untuk tempat pisau, jadi untuk sementara masih di laci lalu dikunci dan kuncinya dilepas. Tapi ya masih banyak khilafnya. Oleh karena itu, daripada memindah alat dapur, saya mulai sounding Izza untuk tidak bermain dengan pisau. Untungnya dia sudah bisa membedakan beberapa alat dapur termasuk pisau.

membaca buku dengan e-epen
membaca buku dengan e-epen
Cerita dari buku ini pun berlanjut agar hati-hati saat bermain air, favorit Izza juga. Sejak dia bisa merangkak, saya selalu mengajak Izza masuk ke area cuci baju. Yang dulu hanya bia bermain air di lantai, memindah-mindah baju, hingga bisa membantu saya mengambilkan baju dari ember untuk saya jemur. Semua fase di area cuci baju sudah dilewati oleh Izza hingga dia cinta dengan air. Paling suka memindah air menggunakan gayung kecil untuk dimasukkan ke botol. Dari sini saya sering mengingatkan agar Izza hati-hati karena kondisi licin. Memang sih, seharusnya saya yang lebih aware, tapi sejauh ini saat Izza di area cuci selalu meminta sandal dan berpegangan saat berjalan. Learning by doing.

✤ Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul dari Salamadani
Selang setengah jam setelah rehat membaca buku pertama, Izza mencoba menunjuk gambar singa dengan e-pen. Tentu tidak bisa, saya pun meminta dia duduk di pangkuan saya untuk mendengarkan cerita lagi. Hari ini ada 3 cerita nabi yang saya ceritakan tapi tidak sampai selesai yaitu Nabi Adam, Nabi Yusuf, dan Nabi Nuh. Setelahnya buku diambil alih oleh Izza untuk membuka halaman buku secara acak dan mencari gambar yang menurutnya menarik.

Alhamdulillah, meskipun kondisi rumah sedang sibuk tapi masih ada waktu untuk membaca buku, meski saya sambil leyeh-leyeh menemani Izza. Malamnya sesuai janji, kami ke pasar kaget dan Izza naik odong-odong. Sampai di rumah menjelang Isya’ ternyata Izza mengantuk dan akhirnya tidur dalam sekejap. Alhamdulillah ala kulli haal.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^