3.3.18

Game level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca - Day 3

Sabtu ini, Izza lebih banyak menghabiskan waktu bersama ayah, bahkan makan siang pun bersama ayah karena badan saya sedang memberikan sinyal agar istirahat sejenak setelah mencuci baju. Saat Izza bersama ayahnya memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbagai macam aktivitas fisik bahkan bermain sepak bola daripada membaca buku. Pagi tadi, Izza dan ayahnya bermain dengan kelinci yang baru dibeli di Banjarmasin. Waktu tersebut mereka habiskan hingga Izza akhirnya minta tidur siang yang berarti kami bertiga akan tidur siang bersama. Izza bangun menjelang mandi sore dengan senyuman yang merekah lalu tiba-tiba masuk kamar dan mengambil jilbab serta buku dongeng yang tercecer di ruang tamu. 

Membaca buku sambil tengkurap
Membaca buku sambil tengkurap
♕ Gajah Bersin dari Dongeng halo Balita
Tadi siang memang sempat mengambil buku di laci tapi dibiarkan begitu saja tanpa dibaca. Sebelum mandi tiba-tiba Izza tidur tengkurap sambil minta dibacakan buku dongeng tersebut. Posisi membaca buku dengan tidur tengkurap memang menjadi posisi nyaman untuknya jika sedang ingin sekadar memperhatikan gambar di buku. Sudah berulang kali diperingatkan agar membaca buku sambil duduk, tapi yaa namanya izza, hehe. Cara ampuh membuat Izza baca buku sambil duduk adalah memperagakan cerita di buku semenarik mungkin agar dia mengikuti. Gajah Bersin bercerita tentang kerjasama gajah dan tikus saat melukis pemandangan di taman. Tapi memang bukan inti cerita yang lebih disukai Izza, melainkan apa yang dua hewan tersebut lakukan. Gajah bersin lalu Izza menirukannya, tikus jatuh dan alat lukisnya berantakan. Hal yang cukup diperhatikan Izza saat saya berbicara adalah berantakan dan harus dibersihkan.

Membaca buku menunjuk domba
Membaca buku menunjuk domba
Membaca buku bersama ayah, menirukan gerakan lion (singa)
Membaca buku bersama ayah, menirukan gerakan lion (singa)
♕ Dia Beda, Aku Beda, tapi Kami tetap Gembira dari Pustaka Lebah
Malam harinya, kami makan malam di luar rumah karena ini adalah agenda rutin kami setiap akhir pekan dilanjutkan dengan naik odong-odong di taman kota. Sampai di rumah hampir jam 9, saya pikir Izza akan ngantuk, nyatanya sebaliknya. Izza malah ceria dan aktif sekali. Sedangkan ayahnya sedikit berkesah lelah. Salah satu cara membuat dia anteng adalah masuk kamar dengan membawa buku, meskipun di dalam kamar Izza akan tetap aktif melompat sana sini, setidaknya dia sudah ada di kamar. Awalnya hanya saya dan Izza membaca majalah anak dari pustaka lebah. Izza sendiri yang memilih halaman bukunya, dan pilihan jatuh pada berbagai gambar hewan seperti perkiraan saya. menirukan suara sapi, domba, dan ayam. Kemudian Izza keluar kamar dan mengajak serta ayahnya untuk masuk kamar (Izza tahu dong kalau ayahnya sedang asyik nonton bola, hehe). Izza meminta ayahnya untuk memeragakan hewan-hewan yang ada di bukunya.

Sampai hari ketiga ini, Izza masih lebih suka dengan gambar hewan lalu menirukan suara atau gerakannya dan tidak menghiraukan cerita yang saya berikan. Insyaallah masih wajar ya untuk anak seusia Izza (20 bulan), terlebih gaya belajarnya yang cenderung kinestetik. Dan sampai hari pula, saya dan suami belum membaca buku sama sekali. Jika bertanya pada suami jawabannya karena sudah lelah baca dokumen kantor, sedangkan saya lebih memilih tidur saat waktu luang. Hmm, harap maklum, sedang hamil muda, hehe (alesan!).

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^