23.3.18

Aliran Rasa Menstimulasi Anak Suka Membaca

Membaca, adalah kegiatan favorit saya sepertinya sejak sekolah dasar, sejak saya mengikuti lomba literasi dan baca puisi tingkat kecamatan dan membawa pulang tropi ketiga. Mungkin sejak itu, saya menjadi adiktif dengan buku, suka berlama-lama di perpustakaan membaca novel. Masih berlanjut hingga kuliah dan kerja terlebih saat berada di dalam kamar kos sendirian, saya lebih suka membunuh waktu dengan cara membaca daripada kluyuran tanpa tujuan. Hingga akhirnya kegiatan membaca mulai berkurang saat anak pertama lahir, karena saya lebih senang tidur, hehe. Pada saat hamil anak pertama, saya borong buku-buku cerita islami dan yang sering dibaca saat hamil adalah Kisah Seru Nabi dan Rasul dari Salamadina yang ternyata menjadi buku favorit Izza saat ini.

Melakukan tantangan ini bisa saya bilang gampang-gampang susah. Gampang, karena sejak bayi Izza sudah terbiasa dengan buku karena saya sering membaca buku dan Al-Quran bersamanya. Izza mulai memegang buku secara fisik sejak dia bisa tengkurap. Mulai dari softbook hingga boarbook yang aman untuk bayi. Pengenalan tersebut berlangsung sangat lancar karena Izza cukup tertarik dengan buku, setiap hari selalu ada buku yang dia buka. Susahnya, yaitu konsistensi saya dan suami untuk menyampaikan cerita dalam buku tersebut dan membuat membuat Izza paham dengan cara yang menyenangkan. Susahnya lagi, hobi membaca saya belum bisa kembali seperti dulu dan saya masih belum bisa mengajak suami untuk membaca buku di rumah.

Beberapa hal yang bisa saya dapatkan saat melakukan tantangan level 5 ini adalah:
  • Membaca buku haruslah dilakukan dengan menyenangkan dan tanpa ada paksaan. Kadang, demi mengejar target kadang waktu yang saya buat, saya harus memaksa Izza untuk membaca yang akhirnya malah membuat dia marah dan enggan untuk membaca. Dan pada akhirnya Izza memilih berpaling pada mainan lainnya. Jadi, untuk anak seusia Izza, 20 bulan, tidak perlu membuat waktu khusus untuk membaca buku, sebaiknya fleksibel saja.
  • Membaca buku sesuai gaya belajar anak. Ya, sebagai orang tua harus mengikuti gaya belajar anak, karena membaca bukan hanya sekadar mengeja rangkaian kata yang ada di dalam buku tersebut. Karena Izza punya gaya belajar kinestetik, maka lebih efisien jika membaca sambil memeragakan dengan tangan dan seluruh tubuh bahkan dengan intonasi yang konyol sekalipun.
  • Biarkan anak memilih bukunya sendiri dengan pengawasan. Yang saya maksud dengan pengawasan adalah, pisahkan buku anak dengan dewasa, simpan buku-buku dewasa dengan aman. Letakkan buku anak pada pada rak atau tempat yang mudah dijangkau olehnya setiap saat. Biarkan saja anak memilih buku yang dia suka meski harus mengulang berkali-kali, yang penting anak ada ketertarikan dengan buku sambil dikenalkan dengan buku lainnya.

Mengenai pohon literasi, seharusnya suami yang membuat dari kertas karton, ternyata suami sedang sibuk dan berlanjut saya dan Izza harus ikut suami dinas ke Banjarbaru hingga seminggu. Jadilah, pohon literasi kami apa adanya dari stiker gambar pohon dan diberi daun dari sticky note warna pink sesuai permintaan Izza yang sedang fasih menyebut kata “ping”. Yang akhirnya sedikit terabaikan karena daunnya dilepas satu per satu oleh Izza lalu ditempel lagi, begitu seterusnya. Meski Izza membaca buku setiap hari, akhirnya kegiatan menempel daun literasi menjadi adegan tempel-lepas-tempel yang menyenangkan bagi Izza, alhasil saya membiarkannya tanpa merapikan lagi.

Harapan terbesar saya dengam mengenalkan buku pada Izza adalah bisa mengurangi Izza bermain dengan ponsel, karena saat ini dia cukup teratrik dengan ponsel dan harus beradu otot untuk menghentikannya. Harapan lainnya, adalah membuat ayah Izza turut membaca buku entah itu bukunya sendiri atau buku Izza. Selama ini, mau tidak mau dan sepertinya masih dengan keadaan terpaksa, suami saya membacakan buku karena Izza sendiri yang meminta, anak cerdas, hehe. Dan yang paling penting, mengembalikan ketertarikan saya untk membaca buku karena ada tumpukan buku yang belum terjamah sama sekali sejak pindah ke Palangkaraya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^