9.2.18

Game Level #4: Memahami Gaya Belajar Anak - Day 9

Pagi-pagi sekali hari ini kami bertiga, saya, suami, dan Izza, berangkat ke bandara untuk pulang sejenak ke Jawa. Aslinya sih karena suami ada diklat satu minggu di Banjarmasin dan saya tidak bisa ikut karena harus tinggal di udiklat dan suami tidak rela meninggalkan istrinya di rumah sendiri hehe. Maklum, kemana pun dinasnya saya selalu ikut jika lebih dari 3 hari. Mungkin karena saya sedang hamil dan sedikit rewel jadi suami lebih memilih untuk membawa pulang kami semua. Hari ini adalah penerbangan Izza yang kesekian kalinya, karena Izza termasuk sering wara wiri dengan pesawat sejak bayi, terakhir kira-kira 4 bulan lalu. Yang membuat sedikit deg-degan karena Izza semakin mengerti, sudah bisa meminta dan menolak dengan jelas, sudah bisa marah dan merajuk, dan masih belum terbiasa dengan keramaian yang terlalu padat. Penerbangan sebelumnya Izza santai sekali bahkan banyak tingkah hingga mau bermain dengan orang yang duduk di sebelah saya atau mau menyapa orang-orang yang dilaluinya. Kali ini tidak, Izza lebih memilih kondisi nyamannya dia, yaitu didekap dalam gendongan saya tidak mau dengan ayahnya. Kalaupun turun dari gendongan tidak mau jauh-jauh dari saya.

Saat di ruang tunggu saya sengaja memberikan dia bekal makanan yang sudah disiapkan dari rumah. Alhamdulillah Izza tidak mau duduk anteng, hehe. Dia berjalan kesana kemari menghampiri anak-anak kecil yang dilihatnya. Itulah Izza, asal ada anak-anak pasti senang dan supel sekali. Izza dengan sangat ramah mengajak jabat tangan, memegang jilbab, atau menunjuk gambar kartu yang ada di baju mereka. Saat dihampiri orang dewasa, larilah Izza ke pelukan saya. Ada yang bilang kalau Izza penakut, tapi saya bilang itu bentuk pertahanan dirinya, tidak mau dengan orang yang tak dikenalnya. Di dalam pesawat, Izza kepo seperti biasanya. Membuka nutup meja lipat di depannya dan jendela yang ada di samping, mengambil semua majalah yang ada di kursi depan bahkan bermain dengan pelampung bayi yang baru saja diberikan oleh pramugari. Saat lepas landas Izza minta nyusu hingga akhirnya tidur sampai sesaat sebelum landing, Alhamdulillah, hehe.

Izza mudik ke Jawa
Izza mudik ke Jawa
Dari kegiatan Izza sepanjang di bandara dan pesawat, saya simpulkan dengan hati-hati bahwa gaya belajar Izza adalah kinestetik. Saya bilang menyimpulkan dengan hati-hati karena pengamatan yang saya lakukan tidak maksimal, terlalu mengalir dan apa adanya. Ciri yang terlihat adalah: menyentuh orang untuk mendapat perhatian, menggunakan kata-kata yang disertai dengan aksi, menyukai buku, menyukai aktivitas yang menyibukkan. Selepas dari bandara untuk menuju ke rumah saya tidur, jadi tidak melakukan pengamatan apapun, sedangkan Izza asyik makan roti bersama ayahnya. Sayangnya hari ini tidak mengeluarkan ponsel jadi tidak ada foto sama sekali, hanya ada satu foto saat mengambil bagasi.

Sampai di rumah mertua, seperti dugaan saya sebelumnya, Izza takut untuk bertemu dengan orang lain, tidak mau turun dari gendongan sama sekali. Jadi saya dan ayahnya secara bergantian menggendong atau memeluknya. Untungnya ada adik ipar yang ternyata disukai oleh Izza, secara perlahan Izza mau bergaul dengan adik ipar hingga akhirnya mau menggandeng tangan mertua. Disini lebih banyak adaptasi jadi saya stop dulu pengamatan. Merasa lega Izza mau bermain dengan ipar atau mertua jadi saya bisa istirahat dengan nyaman.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^