5.2.18

Game Level #4: Memahami Gaya Belajar Anak - Day 5

Seharian ini, Izza membantu saya untuk beres-beres karena baru menyempatkan beres-beres selepas pulang dari Banjarmasin. Izza bantu beres-beres dengan sungguh-sungguh. Jika saya meminta tolong untuk mengambilkan atau mengembalikan sesuatu dengan semangat dia melakukannya. Ikut melipat baju ala kadarnya, membantu membuang sampah plastik dan tissue ke tempat sampat di belakang dan menaruh cucian baju kotor ke ember. Senengnya punya anak aktif, bisa diminta tolong ini itu, hehe. Dari semua perintah yang saya katakan ke Izza, Alhamdulillah dia paham sepenuhnya, bisa mengambil barang yang saya minta, bisa memasukkan bajunya ke lemari, membuang sampah, hingga mengambilkan saya botol minum yang ada di atas meja. Dari aktivitas ini saya mengambil kesimpulan sementara, bahwa gaya belajar Izza auditori-kinestetik karena dia berhal memahami perkataan saya.

Setelah semua pekerjaan rumah beres, saya menemani Izza mendengarkan lagu anak-anak dari HP (tanpa video) sambil istirahat. Izza merajuk ke pelukan saya dan ikut berbaring sambil mengikuti irama lagu. Kali ini saya bermaksud untuk ngetes kemampuan Izza mengingat irama musik yang pernah dia lihat dan dengarkan. Ada satu lagu dari youtube Omar dan Hana yang berjudul “Sayang Mama Papa”, sedikit irama intro lalu Izza bersenandung “Lalalala... Lalalala...” persis seperti irama asli dari lagu. Lagu kedua lagu “Alif Ba Ta”, Izza mengangguk-anggukkan kepala lalu bernyanyi agak keras “..... Taaak...” setelah Alif dan Ba dinyanyikan. Alhadulillah Izza hafal. Lagu selanjutnya “Naik Kereta Api”, dimulai dengan irama pembuka dan Izza berkata “Cuuuu... cuuuu... ” sama persis dengan lagu yang dia dengarkan. Saling menyahut lagu ini berlangsung sampai beberapa lagu.

Hmm, meskipun ada tujuan untuk mengetahui sejauh mana ingatan Izza bukan berarti saya mengarahkan Izza untuk bergaya auditori. Saya sebenarnya penasaran, karena selama ini Izza hampir tidak pernah menunjukkan gaya belajar auditori, bahkan beberapa kali saya bicara tidak dihiraukannya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa gaya belajar Izza untuk hari ini adalah auditori-kinestetik, dengan ciri yang dapat dilihat sesuai pengamatan adalah: mengingat apa yang pernah didengar olehnya, dapat mengulangi dan menirukan nada. Meskipun hanya dua ciri auditori yang baru terlihat, tapi saya sudah lega. Paling tidak dan paling ekstrem saya tahu bahwa tidak ada masalah dengan pendengaran Izza. Meskipun gaya belajar auditori ini tidak menonjol untuk saat ini, paling tidak Izza bisa paham dengan apa yang telah didengarnya sehingga bisa digunakan sebagai gaya belajar penunjang.

Izza belajar mewarnai
Izza belajar mewarnai
Bonus pengamatan untuk hari ini adalah Izza belajar mewarnai. Saat di Banjarmasin kemarin, kami singgah ke toko buku untuk membeli pensil warna dan buku mewarnai. Jadi untuk hari ini, selain mendengar lagu Izza juga mewarnai bukunya. Saya memberikan pensil warna dan buku tersebut masih dalam kondisi terbungkus plastik, tanpa perintah apapun Izza otomatis membuka plastik tersebut dan menggunakan pensil di bukunya. Hal yang dia lakukan pertama kali sebelum mewarnai adalah membolak balik halaman buku sambil menyebutkan nama-nama hewan yang ada disana. Jika tidak tahu atau tidak bisa mengeja dia akan menarik tangan saya. Yang unik dari Izza adalah, dia bisa mengenali hewan meski dalam bentuk gambar yang berbeda. Gaya belajar visual, bukan? Selanjutnya mengambil pensil warna dan mencoret beberapa halaman buku hingga beralih ke dinding, sofa, tissue, bahkan kasur, hehe. Kalau yang ini kinestetik, kan?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^