2.2.18

Game Level #4: Memahami Gaya Belajar Anak - Day 2

Hari kedua tantangan level 4 ini kami lakukan di kota lain. Subuh tadi suami harus mendadak pergi ke Banjarbaru untuk rapat dan seperti biasanya jika agenda rapat suami ada di penghujung weekday alias memasuki waktu akhir pekan, maka saya dan Izza akan ikut. Berangkat pagi-pagi sekali dari rumah tanpa driver jadi hanya kami bertiga, sepanjang jalan Alhamdulillah Izza anteng seperti biasanya. Di awal-awal perjalanan saja dia terlihat aktif meskipun harus bangun tidur secara paksa karena mendengar lagu anak-anak dari dalam mobil. Izza sempat bergoyang seperti biasanya, menggerakkan tangan sesuai dengan irama lagu. Mungkin karena kondisi jalan yang bergelombang akhirnya dia menyandarkan kepala di badan saya dan berujung minta nenen. Setelah beberapa saat akhirnya dia tertidur hingga masuk Kabupaten Kapuas. Sampai di sini saya belum melakukan pengamatan gaya belajar Izza, karena aktivitas yang dia lakukan pun masih terbatas di dalam mobil. Dan rasanya tidak akan adil jika melakukan pengamatan saat Izza tidur atau hanya mendengar lagu di mobil. Perjalanan berlanjut setelah kami selesai mampir sarapan hingga tiba di hotel saat sholat Jumat. Setelah istirahat sejenak dan menyuapi makan siang untuk Izza, saya biarkan dia bermain di dalam kamar hotel dengan beberapa peralatan yang terbatas. Sengaja saya hanya membawa satu buku dan tidak membawa mainan lainnya, berharap izza bias mengeksplorasi benda lainnya meski kondisi terbatas.

Benda pertama yang diambil Izza saat bebas di dalam kamar adalah sebuah notebook kecil dan pensil yang disediakan oleh pihak hotel di dalam kamar. Otomatis tangannya meminta tangan saya untuk menulis sesuatu pada kertas tersebut. Setelah dia ikut menulis dan mencoret kertas tersebut, Izza kembali berkeliling kamar hingga akhirnya menemukan sebuah pesawat telepon yang tergeletak di meja. Entah dia tahu dari mana, atau mungkin masih ingat beberapa bulan lalu saya pernah mencontohkan bahwa benda itu adalah telepon, Izza langsung mengambil gagang telepon dan meletakkannya di telinga sambil berkata “Hallooo”. Di rumah kami tidak ada pesawat telepon, menginap di hotel pun sekitar 4 bulan lalu, ternyata Izza masih ingat dan paham bahwa benda tersebut adalah benda yang sama dengan ‘hape’. Saat Izza bermain dengan telepon saya berkata “Dipencet dulu nomernya”, eh Izza langsung dong pencet nomor yang ada di telepon tersebut sambil mulutnya bergumam kadang mengeluarkan kata “Uyooo (read: buyut)” atau “Uya tiiiii (read: eyang uti)”. Hal yang membuat saya heran adalah mimik muka Izza itu seperti orang dewasa saat sedang menelepon, menjiwai sekali dan sungguh-sungguh.

bermain dengan telepon di hotel
bermain dengan telepon di hotel
bermain dengan telepon di hotel
bermain dengan telepon di hotel
Dari kegiatan bermain dengan pesawat telepon tersebut saya mengamati gaya belajar Izza lebih cenderung ke visual-kinestetik. Ciri yang nampak adalah: mengingat apa yang pernah dia lihat, suka mendemonstrasikan (memperagakan), dan belajar dengan praktek. Tapi ada unsur gaya belajar auditori juga yang bisa saya lihat saat meminta Izza untuk menekan tombol di telepon dia merespon, seperti pada ciri: belajar dengan mendengar. Tapi gaya belajar auditori saya rasa masih sedikit ngambang, karena dari sekian banyak kalimat perintah atau pernyataan yang pernah saya katakana ke Izza, hanya beberapa saja yang direspon olehnya. Selebihnya dia akan diam dengan wajah datar dan melanjutkan aktivitas yang sudah dilakukannya. 

Sambil menunggu ayahnya rapat, kegiatan yang paling banyak dilakukan Izza adalah bermain dengan telepon tersebut hingga akhirnya saya harus mencabut koneksinya agar tidak terhubung. Setelah minum susu, dia mapan sendiri ke bantal dan menarik tangan saya lalu menunjuk bantal yang berarti dia minta mapan. Dari sini saja dapat saya ambil kesimpulan kalau Izza ini tidak terlalu banyak bicara dan lebih banyak mengekspresikan dengan gerakan makanya saya bisa mengambil kesimpulan kalau gaya belajar izza itu kinestetik. Tapi, mari kita lihat hingga tantangan ini berakhir.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^