10.2.18

Game Level #4: Memahami Gaya Belajar Anak - Day 10

Izza bermain dengan temannya
Hari ini kami bertolak ke Lamongan untuk tujuan mudik yang sesungguhnya. Saya tinggal di Lamongan satu minggu selama suami diklat ke Banjarmasin. Saat suami kembali saya juga ikut ke Surabaya lagi, jadi sama-sama punya waktu untuk keluarga yang impas. Seperti biasanya, Izza lebih banyak tidur selama perjalanan tadi dan baru bangun saat masuk ke pasar Lamongan guna mampir beli gado-gado. Siang hari sesaat dzuhur, kami sampai di rumah nenek saya yang alias buyutnya Izza. Sambutan super ramai dari para tetangga yang ikut masuk ke rumah membuat Izza enggan turun dari gendongan saya. Satu per satu tetangga berdatangn untuk melihat Izza, tentu saja Izza semakin tidak ingin lepas dari pelukan saya. Mungkin dia kaget dengan suasana ramai di kampung halaman bundanya, biasanya sepi cuma bertiga di rumah.


Untuj beberapa saat Izza masih nempel dengan saya atau ayahnya, hingga saat sore anak-anak kecil mulai berdatangan untuk melihatnya. Sambutan hangat dari Izza yang berbanding terbalik dengan sebelumnya. Izza sangat senang ada teman yang datang meski usianya masih jauh di atasnya. Dengan sangat mudah Izza bergaul dengan salah satu anak wanita yang datang sore itu, senyuman dan wajah ramah ditampilkannya. Untuk beberapa saat mereka bermain bersama tanpa harus ada saya. Saat saya perhatikan, Izza sudah mau memegang tangan, menggandeng, bahkan bermain cilukba dengan anak perempuan tersebut.  Tidak banyak yang mereka lakukan, meski hanya permainan sederhana dan lari sana sini tali Izza bisa tertawa gembira. Bahkan saat anak perempuan tersebut pulang, Izza menangis seolah tak mengijinkan.

Saat Izza menangis untungnya bisa dialihkan dengan kegiatan lainnya yaitu anyaman bambu yang dikerjakan oleh tetangga saya. Izza awalnya tertarik dan hanya melihat tetangga mengerjakan anyaman bambu tersebut, kemudian Izza minta beberapa irisan bambu untuk dianyam. Hal ini membuat Izza yang awalnya takut dengan tetangga menjadi mau berinteraksi dengan cara meminta beberapa irisan bambu. Kegiatan ini cukup membuat Izza sibuk dan tenang, sesekali dia memberikan anyaman tersebut pada saya untuk membuat anyaman lainnya. Ada banyak sekali hal yang bisa membuat Izza tertarik di kampung ini, hal-hal yang belum lernah dia dapatkan sebelumnya dan membuat dia senang. Seperti banyaknya hewan ternak misal ayam, bebek, kambing, dan sapi. Meski saat bertemu muka langsung Izza sesikit takut tali dia terus memcarinya dan menirukan suara hewan-hewan tersebut. Ada banyak macam bunga yang bisa dia petik, ada tanah liat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Hasil pengamatan hari ini adalah kinestetik-visual dengan ciri yang terhilat adalah: belajar melalui praktek, mengingat dengan melihat, lebih suka berinteraksi dengan memberikan sentuhan fisik, dan suka permainan yang menyibukkan. Hari kesepuluh pengamatan semakin jelas dan terarah, sekarang bagian saya untuk tetap melanjutkan pengamantan hingga ditemukan satu gaya belajar yang dominan.

Note: menulis dengan HP jadi berantakan, akan diedit kemudian. 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^