18.1.18

Game Level #3: Melatih Kecerdasan Anak - Day 9 (Bersosialisasi)

♬ Hari ke – 9 : Bersosialisasi

Kebetulan kami pindah ke Palangkaraya sudah ada rumah yang memang development baru, jadi tetangga masih belum penuh dan mayoritas non muslim yang hampir semua punya anjing. Ini sebabnya saya agak menutup diri di lingkungan perumahan. Ada beberapa tetangga muslim yang rumahnya berjarak beberapa rumah dan satu di ujung. Di sanalah biasanya saya mengajak Izza untuk bergaul, itupun harus dengan ijin suami karena kami melewati beberapa rumah yang punya anjing. Anak kecil hampir tidak ada, hingga ada satu keluarga muslim yang baru pindah punya anak lelaki hampir seumuran Izza. Sayangnya anak tersebut ikut daycare dari pagi hingga maghrib karena orang tuanya kerja, jadi jarang sekali bertemu. Di ujung perumahan ada keluarga non muslim yang punya dua orang anak balita juga baru pindah, alhamdulillah tidak pelihara anjing. Izza pun senang jika bertemu dengan mereka. Atas pertimbangan saya dan suami, akhirnya Izza sering bermain dengan mereka, setidaknya kami tahu mereka tidak pegang anjing di rumah.

Alhamdulillah juga keluarga tersebut ramah pada saya dan Izza dan lumayan paham tentang islam jadi kami bisa saling menghormati dan bertetangga tanpa memandang agama. Biasanya, saya mengajak Izza mein kesana di sore hari saat sudah selesai mandi, Izza senang jika mendengar nama mereka. Salah satu dari mereka sangat lancar berbicara dan senang sekali bercerita, jadi Izza pun senang dengannya dibanding adiknya. Kakaknya sering mengajak Izza bercerita jadi Izza pun terpancing untuk berceloteh meski tidak jelas. Mereka pun sering bernyanyi bersama, kadang mereka pun seperti sedang berdialog entah dengan bahasa seperti apa, tahunya Izza tertawa terbahak.


bersosialisasi
bersosialisasi

bersosialisasi
bersosialisasi
Izza terlihat sangat senang dan riang jika bertemu dengan mereka, tapi memang selalu dalam pengawasan saya. Karena mereka masih anak-anak jadi kadang juga sering berselisih hingga salah satu menangis. Bersosialisasi ini merupakan cara yang cukup efektif untuk memancing Izza berbicara, jika celoteh tidak jelas maka akan saya betulkan sepaham saya. Sebelum ada keluarga ini, Izza cukup takut jika bertemu dengan orang lain dan itu berlangsung lama meski sering bertemu. Sejak ada dua anak tersebut pelan-pelan Izza membuka diri dan sekarang pun mau bersalaman dengan orang yang lebih tua. Adaptasinya memang cukup lama karena Izza hanya berdua dengan saya sejak dia lahir, bertemu orang pun sesekali saja.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^