17.1.18

Game Level #3: Melatih Kecerdasan Anak - Day 6 (Pom - Pom)

❖ Hari ke – 6 : Menjepit Pom-Pom

Menjepit pom-pom
Menjepit pom-pom
Kegiatan ini beberapa hari lalu tapi baru sempat menuliskannya. Hari itu saya dan Izza bermain dengan alat masak mini, saling memainkan peran sebagai koki dan konsumen, atau Izza sebagai ibu yang sedang menyuapi makanan pada saya sebagai anaknya, hehe. Hingga akhirnya Izza membuka plastik pom-pom dan mulai menjepit dengan jepitan mini. Dari pom-pom, Izza bisa bermain dan belajar tentang banyak hal, tapi fokus utama saya tetap dalam rangka meningkatkan kecerdasan bahasanya. Mula-mula, kami bermain menyortir warna, mengumpulkan warna-warna yang sama dalam satu wadah. Saya menggunakan sendok kecil dan Izza menggunakan jepitan kecil. Saat mengumpulkan warna, saya menjelaskan warna apa itu dan meminta Izza menirukannya. Alhamdulillah, Izza mau menirukan meski hanya mengucap suku kata terakhir saja. Misal saya menyebut hijau, Izza akan mengucap “Jaoo” dengan nada yang panjang, hehe.

Setelah menyebutkan semua warna, saya mengajak Izza untuk menghitungnya. Tapi, tahap ini tidak terlalu berhasil karena Izza masih fokus menjepit satu per satu pom-pom dan memindahkannya ke wadah lainnya. Sebenarnya ada alasan saya mengajak bermain pom-pom, selain untuk melatih ecerdasan bahasa, mengenal warna, dan belajar menghitung, juga melatih hal lainnya. Dari literatur yang saya baca, latihan menjepit bisa melatih fokus dan konsentrasi anak, sepeti halnya dalam latihan menggunting. Setelah beberapa minggu latihan akhirnya Izza bisa menjepit pom-pom dengan fasih dan berhasil memindahkan dari wadah yang satu ke wadah lainnya. Latiahn ini termasuk dalam latihan sensori motorik dalam melatih anak yang speech delay, jadi saya terapkan pada Izza. Termasuk halnya latihan menggunting atau meniup peluit.


Menjepit pom-pom masih berlanjut dengan gaya bebas, sambil terus saya ajak berdialog. Sesekali bertanya tentang warna, sesekali berhitung, yang penting terus mengajak Izza menarasikan permainan yang sedang dia lakukan. Hanya saja, fokusnya ternyata cukup bagus dan tidak berpaling dari aktivitas menjepit hingga sering tak menghiraukan saya. Tapi, beberapa kali Izza bertanya pada saya perihal pom-pom warna ini mau ditaruh dimana dengan bahasanya sendiri, yaitu: “Eyah, ini yaa. (read: merah disini, yaa)”. Lumayan, sih, Izza bisa duduk anteng cukup lama meski ruang tamu berantakan karena wadah-wadah kecil dan pom-pom berserakan dimana-mana.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^