14.1.18

Game Level #3: Melatih Kecerdasan Anak - Day 4 (Belajar Menulis)

♕ Hari ke - 4 : Belajar Menulis

Satu cara lagi yang sukses membuat Izza ikut berdialog adalah menulis, meskipun dia hanya membuat coretan abstrak tapi dia bisa membagi fokusnya sambil mendengarkan kata-kata saya. Membaca dan menulis adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan tanpa maksud memaksakan kehendak saya pada Izza agak suka menulis. Anggap saja membuat coretan itu sebagai salah satu bentuk ekspresi Izza dalam berkomunikasi dengan saya. Terlebih, aktivitas memegang pensil atau pulpen dapat melatih sensor motorik dan konsentrasinya. Seperti pada contoh video yang saya bagikan di bawah ini, Izza kadang masih belum bisa memegang pulpen dengan benar, tapi dengan perintah sederhana dari saya, dia bisa memahami dan menguah posisi pulpennya.


Hal tersebut tidak bisa terjadi dalam sekali dua kali percobaan memegang pulpen, ada banyak sekali aktivitas sebelum akhirnya Izza paham bagaimana memegang pulpen dengan benar. Satu hal yang saya garis bawahi, Izza sudah paham perintah dari saya yang artinya dia sudah mengenal dan menyimpan kosakata yang saya berikan hingga akhirnya mengerti. Hanya saja belum bisa mengucapkan dalam rangkaian kata yang indah. Sembari membersamai Izza menulis, saya dan suami juga memegang pulpen, menuliskan sesuatu. Kadang hanya berupa huruf abjad atau angka, kadang menulis sebuah kata, atau hanya berupa gambar lalu memberikan narasi singkat. Maka Izza akan menirukan gambar atau tulisan yang saya buat sambil berguman. Pada hari ke empat ini, masih butuh pancingan dari saya atau suami agar Izza mau mengucapkan sebuah kata.

belajar menulis
belajar menulis
Hal yang membuat saya lebih bahagia adalah ayahnya ikut andil saat belajar menulis. Kemarin spulang kerja, suami membawa beberapa lembar kertas isinya beberapa bentuk dan angka yang masih berupa garis putus-putus. Malam harinya suami mengajak Izza untuk melengkapi garis putus-putus tersebut menjadi garis sempurna hingga membentuk sebuah bentuk sambil menjelaskan itu bentuk apa. Terlihat Izza cukup asyik saat tangannya dipandu ayahnya, ternyata suami saya pengertian juga, hehe. Diluar permainan yang saya berikan padanya, Izza mulai mau mengucapkan sebuah kata dan selalu dibarengi dengan gerakan. Misal: saat dia ingin minum, tangannya akan menarik saya, tangan satunya menunjuk mulut sambil berkata “Ndaaa, inuu”. Contoh lain: saat dia ingin makan sesuatu akan lari ke dapur menunjuk toples dan berkata “Jajaaaa (read: jajan)”. Meskipun belum berupa kata yang sempurna tapi saya sudah berucap syukur, dan masih harus terus distimulasi.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^