19.1.18

Game Level #3: Melatih Kecerdasan Anak - Day 10 (Sholat dan Mengaji)

❖ Hari ke – 10 : Belajar Sholat dan Mengaji

Selain mengenalkan bahasa Indonesia dan English, bahasa Arab sekarang juga menjadi bahasa yang penting. Fokus saya sekarang memang dua bahasa, jadi bahasa Arab belajarnya sambil saya belajar juga karena saya pun hanya mengenal istilah umum saja. Kata orang, jika anak diajarkan beberapa bahasa sejak dini akan memperlambat bicara tapi menurut saya selama stimulasi terus dilakukan dengan konsisten Insyaallah anak akan paham pelan-pelan. Saya fokus mengajarkan dua bahasa karena menurut saya penting untuk masa depannya, setidaknya Izza mengerti beberapa istilah umum. Biasanya saya fokus di English, ayahnya bahasa Arab, sedangkan bahasa Indonesia sudah jadi bahasa komunikasi setiap hari. Tidak ada pakasaan dalam pencapaian, asal Izza enjoy saat melakukannya maka akan saya terapkan. Jika dia sudah ‘melengos’ tanda tidak mau akan saya stop.

Mengenal bahasa Inggris lebi mudah dengan musik, bahasa Arab juga, sih. Saat ini sedang mengajarkan lagu angka dalam bahasa Arab (Wahidun Satu) dan beberapa sholawat nabi. Cara lain yang selalu saya terapkan adalah sholat dan mengaji. Sebenarnya saya mengenalkan ibadah sejak Izza sudah bisa duduk tegap dan merangkak, saya selalu mengajak dia saat sholat. Karena di rumah cuma berdua ya lebih aman jika Izza selalu ada di samping saya. Izza mulai tertarik saat berumur satu tahun, kala itu dibelikan mukena budhenya dan selalu minta dikenakan saat sholat. Hingga akhirnya dia bisa menirukan gerakan sholat. Untuk mengaji juga alhamdulillah sudah tertarik, dan dia pun mengerti bahwa mengaji itu harus dengan Al-Quran, jika diberikan buku lain akan menolak. Harapannya, saat dia melihat saya sholat dan mendengar saya ngaji akan terbiasa dengan ayat suci dan bisa menirukannya.


belajar sholat
belajar sholat

belajar mengaji
belajar mengaji
Hal yang membuat saya bangga adalah saat saya mengajak Izza sholat maka Izza akan menggandeng saya ke kamar mandi dan memeragakan cuci tangan alias wudhu. Lalu mengambil mukena dan minta di kenakan. Saat sholat, Izza akan mengikuti di samping saya, biasanya paling lama 2 rakaat kemudian mondar mandir dan kembali lagi. Saat saya memegang mushaf yang bukan Al-Quran tapi ada tulisan arab secara otomatis tangannya akan menengadah dan mulutnya komat kamit tanda sedang berdoa. Dari sini kami mengajarkan tentang kecerdasan bahasa sekaligus spiritual, harapannya agar Izza terbiasa dulu dengan aktivitas ibadah. Harapan jangka panjang, semoga kelak Izza ringan hati diajak untuk sholat dan ngaji.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^