4.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 5 (Tidy Up)

bermain saat beres-beres
bermain saat beres-beres
Memasuki hari kelima melatih kemandirian beres-beres mainan. Seperti pucuk dicinta ulam pun tiba, hari ini semua mainan dan buku ambyar di ruang tamu. Sengaja saya biarkan sedari pagi karena harus ditinggal nyambi mencuci baju pasca long weekend. Tapi saat menjemur Izza saya ajak untuk membantu, Alhamdulillah bisa memberikan baju satu demi satu untuk saya jemur. Aktivitas bermainnya belum bisa fokus ke satu benda, seperti halnya aktivitas membaca tidak bisa hanya dengan satu buku saja. Saat membaca, Izza pasti mengeluarkan lebih dari tiga buku untuk dibaca sekaligus. Saat bermain pun demikian, kadang bermain masak-masakan dengan dapur mini, sesaat kemudian bisa bermain dengan pompom dan capit. Insyaallah masih wajar ya, karena batas fokusnya memang masih sedikit yang penting Izza ada kemauan bermain dan belajar.


Oleh sebab itu, rumah tak pernah tertata rapi kecuali saat Izza tidur. Saat menjalani tantangan ini, saya mulai mengurangi kadar kebersihan dalam diri saya, meskipun susah dan hasrat untuk beres-beres selalu ada. Untuk sekarang rumah berantakan tidak masalah asal lantai, dinding, dan perabot bersih bebas debu. Saya pun membiarkan mainan serta buku ambyar dari pagi hingga menjelang sore, barulah saya mengajak Izza untuk beres-beres. Hari ini tidak cukp berhasil karena Izza terlihat ngantuk dan masih ada keinginan untuk bermain dengan alat masak dan keranjangnya. Meski sudah disounding berkali-kali sambil memberikan contoh, malah Izza mengajak saya untuk turut bermain peran bersamanya.

Akhirnya saya mengeluarkan jurus pamungkas, “Diberesi yuk, nanti main ke Mas Astro, ya? Beres-beres dulu, ya?” barulah Izza mau turut membantu saya meski sebagian besar saya yang melakukan proses beres-beres. Mas Astro adalah satu-satunya tentangga kami yang usianya tidak jauh beda dengan Izza dan tidak ada anak kecil lainnya, jadi Izza senang jika bertemu dengannya.

Catatan penting hari ini: untuk melatih kemandirian anak harus melihat sisi biologisnya dulu. Jangan saat anak ngantuk, lapar, bosan, atau bahkan marah. Jika terpaksa maka sisi biologis tersebut harus dinetralkan dulu. Catatan kedua: selalu dampingi anak saat melakukan aktivitas tersebut. Meskipun judulnya melatih kemandirian, untuk anak seusia Izza masih perlu pendampingan dan contoh dari orang tua. Catatan ketiga: selalu beri pujian jika anak bisa melakukan dengan benar dan jangan mengolom jika tidak. Alhamdulillah, meski hari ini tidak cukup berhasil tapi saya bisa mengambil beberapa catatan untuk diterapkan kemudian hari.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^