2.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 3 (Tidy Up)

Membereskan mainan dalam rangka melatih kemandirian masih berlanjut hingga hari ketiga. Sabtu pagi ini, seperti biasanya, Izza bermain bersama ayahnya dan saya ada di dapur. Mereka bermain block mainan plastik yang bisa disusun dan dibentuk di teras depan. Dari dalam dapur samar-samar ayahnya mengajak Izza untuk membereskan mainan saat kegiatan selesai. Dalam hati saya berkata kok sepertinya lancar-lancar saja ya bereskan mainannya. Otomatis saya melongok sambil berkata pada suami untuk mendokumentasikan aksi Izza dalam bentuk video. Sayangnya semua block sudah masuk tas dan tertata rapi di keranjang mainan. Nyesal deh karena saya tidak melihat Izza membereskan mainan. Tapi saya tetap bahagia karena suami sudah bisa diajak kerjasama melatih kemandirian anak gadis kami.

Siang hari sekitar jam dua setelah Izza beres makan siang, kami bertiga kembali berkumpul di teras depan. Awalnya karena suami tertidur di sana jadi saya mengajak Izza untuk berkumpul dan bermain dengan block tersebut lagi. Di kesempatan tersebut saya mulai mengajari tentang warna dan cara menyusun block, tapi memang belum berhasil. Setelah waktu bermain habis dan saatnya mandi sore, saya mengajak Izza untuk membereskan blocknya. Dan reaksinya sepeti pada video di bawah ini:


Ya! Terjadi penolakan mentah-mentah dan Izza malah menghamburkan blocknya di sepanjang teras dan muncullah sedikit gangguan dari ayahnya yang tiba-tiba menyalakn kran air untuk menyiram taman. Well done! Izza lebih memilih bermain bersama air daripada membereskan block mainannya. Setelah setengah jam bermain dengan air, saya kembali mengajak Izza untuk fokus ke mainannya. Kali ini saya lakukan dengan memberikan contoh tepat di hadapannya. Awalnya block mainan tersebut tersusun menjadi menara sesuai dengan warnanya, lalu saya meminta Izza untuk melepaskan susunan tersebut. Berhasil! Izza mau menyentuh dan bongkar menara yang saya buat lalu dimasukkan ke dalam tas block seperti video di bawah ini:


Sekali lagi, sebagai catatan, butuh konsistensi untuk mengajarkan sesuatu kepada anak, terutama orang tuanya harus konsisten terlebih dulu. Untuk seumur Izza, 17 bulan, memang paling suka meniru apa yang dilihatnya. Terlebih Izza gaya belajarnya itu kinestetik jadi harus benar-benar bergerak. Memintanya melakukan sesuatu dengan hanya sekadar omongan akan menjadi angin lalu, tapi jika diberikan contoh ternyata dia mau mengikuti. Lets see the next day.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^