9.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 10 (Makan Sendiri)

Hari ketiga melatih Izza makan sendiri dalam rangka 10 hari tantangan melatih kemandirian. Untuk hari ketiga ini dapat saya simpulkan bahwa yang sedang berlatih kemandirian dan berperang melawan emosi adalah saya sendiri yang masih ketar-ketir jika membiarkan Izza makan sendiri. Untuk pagi ini saya buatkan nasi goreng, awalnya saya suapi tapi terjadi penolakan saat setengah porsi. Antara bosan atau ngantuk karena masuk jam tidur pagi. Akhirnya saya memberikan piring makannya dan tarraaaaaa... Izza mau makan sendiri beberapa suap. Ya Allah saya takjub sekali melihat pemandangan di depan mata pagi tadi. Izza yang masih belum fasih memegang sendok tapi berhasil menyuapkan nasi dari piring ke mulutnya meski jarak piring dan mulut cukup jauh. Saya tidak terpikir memberikan meja lipat padahal nganggur di pojokan. Next meal pakai meja, ya, Nduk.
Rasa senang, haru, cemas berkumpul jadi satu. Sebenarnya, Izza sudah sering pegang sendok karena sering ikut campur saat saya atau suami sedang makan. Kalau dia makan cemilan, yogurt juga pakai sendok jadi mungkin sudah terbiasa tapi memang belum betul cara pegangnya. Tak apa, akan terus belajar. Sayangnya, saat makan sendiri tapi pagi hanya masuk beberapa sendok, 5-6 sendok kira-kira sambil memungut nasi yang jatuh ke lantai dan memasukkan ke mulut. Setelah itu  disuapkan ke saya, ke boneka, dan dibuat mainan. Perhatiannya memang tertuju pada yutub. Ini yang benar-benar membuat saya galau. Tanpa yutub atau TV, Izza tidak bisa duduk anteng, beberapa kali saya coba untuk stop maka dia akan naik turun kursi, keliling rumah, dan bermain ini itu. Kegiatan makan menjadi berantakan. Saat ada yutub, perhatiannya terbagi, hhmmm.
Saat makan siang saya buatkan menu yang berbeda yaitu sup ayam bakso. Dan mikir panjang mau kasih Izza makan sendiri. Takut kalau tumpah dan menjadi super berantakan. Akhirnya saya kembali menyuapinya sampai habis. Hal yang sama untuk makan malam. Sebenarnya ingin sekali membiarkan Izza makan sendiri dari awal hingga akhir tapi saya yang kuatir. Izza termasuk anak yang picky eater, kalau tidak suka yang tidak disentuh sama sekali. Takutnya kalau makan sendiri cuma masuk 5 suap pasti tidak kenyang, nutrisi berkurang. Badannya sudah langsing takut makin langsing. Beberapa hari sebelum tantangnan makan sendiri dimulai, saya sempat curhat ke salah satu peserta Bunsay yang tenyata seorang ahli gizi. Izza masih butuh gizi dan nutrisi yang banyak, makan utama yang seimbang bergizi serta cemilan, lanjut ASI. Alasan inilah yang membuat saya masih galau untuk memberikan sendok dan piring secara mandiri untuk Izza. Pergulatan batin seorang ibu.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^