23.12.17

Aliran Rasa Melatih Kemandirian

Aliran Rasa melatih Kemandirian
Aliran Rasa Melatih Kemandirian

Melatih kemandirian anak pada dasarnya melatih kemandirian saya sebagai bundanya, melatih konsistensi saya dalam melatihnya. Sebelum tantangan ini dimulai, saya sudah melatih beberapa hal dalam segi kemandirian yaitu toilet training, beres-beres, dan makan (cemilan) sendiri. Ketiganya secara bersamaan karena sudah dimulai jadi rasanya sayang kalau mau dipangkas untuk menonjolkan salah satunya. Akhirnya untuk minggu pertama saya memilih melatih kemandirian dalam hal beres-beres. Mulai dari membereskan mainan, buku, mengembalikan barang-barang yang dia ambil ke tempatnya, membuang sampah, dan membawa baju kotor ke ember cucian.

9.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 10 (Makan Sendiri)

Hari ketiga melatih Izza makan sendiri dalam rangka 10 hari tantangan melatih kemandirian. Untuk hari ketiga ini dapat saya simpulkan bahwa yang sedang berlatih kemandirian dan berperang melawan emosi adalah saya sendiri yang masih ketar-ketir jika membiarkan Izza makan sendiri. Untuk pagi ini saya buatkan nasi goreng, awalnya saya suapi tapi terjadi penolakan saat setengah porsi. Antara bosan atau ngantuk karena masuk jam tidur pagi. Akhirnya saya memberikan piring makannya dan tarraaaaaa... Izza mau makan sendiri beberapa suap. Ya Allah saya takjub sekali melihat pemandangan di depan mata pagi tadi. Izza yang masih belum fasih memegang sendok tapi berhasil menyuapkan nasi dari piring ke mulutnya meski jarak piring dan mulut cukup jauh. Saya tidak terpikir memberikan meja lipat padahal nganggur di pojokan. Next meal pakai meja, ya, Nduk.

8.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 9 (Makan Sendiri)

Tantangan hari ke sembilan melatih kemandirian dan tantangan hari kedua melatih Izza makan sendiri. Saya simpulkan hari ini tidak berhasil alias gagal total. Saat sarapan, saya memang sengaja untuk menyuapinya karena sarapan itu waktu makan paling krusial bagi saya. Meskipun makan siang dan malam tetaplah penting tapi sarapan masih menjadi waktu krusial dan Izza harus makan. Padahal biasanya sarapan itu yang paling susah. Seperti biasanya, bangun tidur, Izza langsung minum susu dan nyemil. Biasanya nyetok roti manis atau beli cemilan tradisional lainnya, yang penting Izza nyemil dulu saat saya beres-beres rumah. Setelah mandi barulah sarapan tapi tida saya beri susu atau ASI dalam waktu pagi tersebut. Pagi ini Izza sarapan bubur ayam, mangapnya konsisten asal ada kerupuk dan tetap saya yang menyuapi. Saya masih belum tega untuk melepasnya, hiks.

Untuk makan siang dan malam saya buatkan “one plate favourite” yang isinya kentang, wortel, telur puyuh yang ditumis dengan butter lalu diberi keju. Semua bahan makanan kesukaan Izza ada dalam satu piring jadi saya berharap banyak Izza bisa lahap makan sendiri. Saat makan siang, awalnya Izza makan sendiri dan masih ditemani yutub, dan ternyata dia hanya mengambil wortel untuk dimakan. Setelah wortelnya lenyap, piringnya tidak disentuh lagi. Akhirnya saya suapi sisanya yang ternyata hanya mau kentang, telurnya masuk sedikit saja, selebihnya dilepeh. Saat makan malam pun demikian, tapi saya yang menyuapinya seratus persen. Makanan masuk setengah porsi, selebihnya dia mingkem rapet dan marah jika saya menyuapinya lagi. Saat saya memberikan piring makan dan sendok hanya dibuat mainan dan disuapkan ke saya. Hmm, saya heran, beberapa waktu lalu saya berikan menu yang sama cukup lahap dan habis. Memang mood anak bayi susah ditebak.

7.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 8 (Makan Sendiri)


Laporan meletih kemandirian untuk beres-beres disudahi dulu 7 hari saja sambil tetap diterapkan. Laporan hari ini tentang melatih Izza makan sendiri. Saya memang bukan ibu aliran BLW alias makan sendiri karena Izza termasuk anak yang susah makan jadi lebih banyak saya suapi. Meskipun doyan dengan suatu makanan atau cemilan tidak bisa dalam jumlah banyak. Tapi untungnya dia sudah terbiasa dengan menu makanan keluarga dan mulai saya kenalnya dengan berbagai macam cemilan. Saya bukan ibu yang strict terhadap makanan, boleh saja makan apa saja asal tetap dibatasi atau sekada incip-incip, hehe. Sejauh ini cemilan yang Izza suka itu onde-onde, roti kering, dan kerupuk. Sedangkan makanan utama favoritnya itu kentang, wortel, tofu, dan mie goreng.

6.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 7 (Tidy Up)

melatih kemandirian day 7
melatih kemandirian day 7
Hari ketujuh melatih Izza untuk membereskan mainan dan buku. Dan saat ini saya sudah merasa tidak tertak dengan tantangan kemandirian ini. Sebelumnya memang sedikit tertekan takut Izza tidak memberikan perubahan yang baik. Namun, setelah melihat kemajuan Izza hari dari ke hari, saya semakin santai menghadapinya. Jadi intinya, orang tua harus percaya pada kemampuan anak serta percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa menuntun anak ke arah yang lebih baik. Kemajuan yang saya artikan adalah, Izza sudah merespon dengan cepat jika diajak untuk beres-beres. Buku ditumpuk jadi satu atau dikembalikan ke laci (kalau ini tergantung perintah saya) dan mainan dimasukkan ke troli atau keranjang.

5.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 6 (Tidy Up)

Hari keenam melatih kemandirian membereskan mainan sudah semakin terlihat konsistensinya. Konsisten dalam hal ini yang saya katakan adalah Izza sudah merespon perintah saya dengan mudah tanpa harus mengulang berkali-kali dan ikut membantu membereskan. Sudah bisa mengembalikan buku ke laci, mainan ke keranjang, memungut tissue di lantai lalu dibuang ke ember sampah. Cerita hari ini, Izza lebih banyak membaca buku daripaa bermain karena kondisi saya kurang sehat. Jadi sebisa mungkin saya masih tetap membuatnya berkativitas dengan cara mengambil buku dan mengambalikannya. Alhamdulillah berhasil seperti hari-hari sebelumnya, ditambah dengan Izza yang ingin menutup pintu lemari bukunya. 

Malam ini, Izza kedapatan mengambil kaleng tabungan uang koin di meja belakang saat ayahnya sholat Isya. Akhirnya kaleng tersebut terpaksa dibuka untuk ajang bermain. It’s okay, bermain adalah berlajar, belajar adalah bermain untuk Izza. Akhirnya ayahnya mengajak belajar menghitung dari uang koin hingga berserakan di penjuru ruang tamu. Setelah kami rasa bermain dengan uang koin harus berakhir, maka suami mengajak Izza untuk kembali mengumpulkan koin-koin tersebut ke dalam kaleng. Awalnya Izza tidak mau karena masih ingin bermain dengan koin-koin tersebut, tapi saat ayahnya mengajak berhitung sambil memasukkan koin ke dalam kaleng, Izza mulai merespon dan mencontoh. Simak video di bawah ini:

4.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 5 (Tidy Up)

bermain saat beres-beres
bermain saat beres-beres
Memasuki hari kelima melatih kemandirian beres-beres mainan. Seperti pucuk dicinta ulam pun tiba, hari ini semua mainan dan buku ambyar di ruang tamu. Sengaja saya biarkan sedari pagi karena harus ditinggal nyambi mencuci baju pasca long weekend. Tapi saat menjemur Izza saya ajak untuk membantu, Alhamdulillah bisa memberikan baju satu demi satu untuk saya jemur. Aktivitas bermainnya belum bisa fokus ke satu benda, seperti halnya aktivitas membaca tidak bisa hanya dengan satu buku saja. Saat membaca, Izza pasti mengeluarkan lebih dari tiga buku untuk dibaca sekaligus. Saat bermain pun demikian, kadang bermain masak-masakan dengan dapur mini, sesaat kemudian bisa bermain dengan pompom dan capit. Insyaallah masih wajar ya, karena batas fokusnya memang masih sedikit yang penting Izza ada kemauan bermain dan belajar.

3.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 4 (Tidy Up)

Masih berlanjut dengan melatih kemandirian dalam hal membereskan mainan atau buku yang menurut saya sudah menunjukkan kemajuan. Izza sudah tahu posisi awal barang yang diambilnya dan bisa mengembalikan ke tempat meski belum bisa benar-benar menata rapi. Izza sudah paham kalimat perintah “dibereskan” atau “dikembalikan” sehingga tidak perlu mengulang kalimat perintah tersebut secara berulang kali. Sayangnya hari minggu ini saya, suami, dan Izza tidak banyak melakukan aktivitas di dalam rumah sehingga Izza tidak menyentuh mainannya sedikit pun. Semua mainan dan buku masih tertata rapi di tempatnya. Hampir saja saya tidak membuat rapor melatih kemandirian untuk hari ini, tapi saya jika bolong sehari. Tapi mengeluarkan mainan dan buku di malam hari lalu membuat seakan Izza beres-beres pun tidak bisa. Jadi untuk hari ini akan saya tulis seadanya.

Sore hari, Izza ikut saya pengajian di rumah tetangga seperti biasanya dia selalu ikut kemanapun saya pergi. Seperti anak batita pada umumnya, sellau ingin tahu dan mengambil apa yang ada di hadapannya. Seperti halnya tadi, Izza mulai ambil beberapa minum air mineral gelas dan diberikan kepada saya. Lalu saya mengatakan untuk mengembalikan. Ternyata Izza tidak mengembalikannya tap malah memberikan gelas-gelas tersebut kepada ibu-ibu lainnya. Hmm, boleh sedikit bangga karena dia punya rasa berbagi. Beberapa saat kemudian Izza mengambil kotak tissue, saya pun meminta untuk dikembalikan. Alhamdulillah, Izza paham meski tidak dikembalikan ke posisi awal melainkan diberikan pada tuan rumah, hehe.

2.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 3 (Tidy Up)

Membereskan mainan dalam rangka melatih kemandirian masih berlanjut hingga hari ketiga. Sabtu pagi ini, seperti biasanya, Izza bermain bersama ayahnya dan saya ada di dapur. Mereka bermain block mainan plastik yang bisa disusun dan dibentuk di teras depan. Dari dalam dapur samar-samar ayahnya mengajak Izza untuk membereskan mainan saat kegiatan selesai. Dalam hati saya berkata kok sepertinya lancar-lancar saja ya bereskan mainannya. Otomatis saya melongok sambil berkata pada suami untuk mendokumentasikan aksi Izza dalam bentuk video. Sayangnya semua block sudah masuk tas dan tertata rapi di keranjang mainan. Nyesal deh karena saya tidak melihat Izza membereskan mainan. Tapi saya tetap bahagia karena suami sudah bisa diajak kerjasama melatih kemandirian anak gadis kami.

Siang hari sekitar jam dua setelah Izza beres makan siang, kami bertiga kembali berkumpul di teras depan. Awalnya karena suami tertidur di sana jadi saya mengajak Izza untuk berkumpul dan bermain dengan block tersebut lagi. Di kesempatan tersebut saya mulai mengajari tentang warna dan cara menyusun block, tapi memang belum berhasil. Setelah waktu bermain habis dan saatnya mandi sore, saya mengajak Izza untuk membereskan blocknya. Dan reaksinya sepeti pada video di bawah ini:

1.12.17

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 2 (Tidy Up)

Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 2 (Tidy Up)
Game Level #2: Melatih Kemandirian - Day 2 (Tidy Up)
Hari ini masih berkutat dengan membereskan mainan atau buku sendiri dalam rangka melatih kemandirian Izza. Sayangnya untuk hari ini, sebagian besar masih bunda dan ayah yang beraksi. Dalam foto di atas terlihat ruang tamu yang berantakan dengan mainan dan beberapa buku dimana-mana. Sedangkan sang empunya alias anak gadis, Izza, lebih memilih bermain dengan hal lain yang menurutnya lebih menarik. Hmm, susah kalau Izza sudah punya kemauan yang membuatnya tertarik.