9.11.17

Game Level #1: Komunikasi Produktif - Day 8

Berkomunikasi dengan Izza itu bisa gampang bisa susah, tergantung mood anaknya dan kondisi lingkungan. Kadang bisa dengan sangat mudah mengajak Izza beraktivitas atau meminta melakukan sesuatu. Kadang juga sedikit atau penuh drama yang bisa jadi disengaja karena Izza memang sedikit usil atau karena memang dia sedang tidak berkehendak. Contohnya saat mengajak mandi, kadang dia bisa langsung masuk ke kamar mandi, kadang harus bujuk rayu dulu, bahkan pernah sampai membuatnya menangis karena enggan. Tapi sekarang sudah sedikit ketemu celahnya, Izza suka main balon yang diisi air atau diminta untuk mengambil handuk. Entah dimana sisi menyenangkan dari mengambil handuk, tapi dia sedang sangat menyukai jika saya meminta tolong mengambilnya.


Seperti halnya pagi tadi, mandi agak siang karena bangunnya pun molor. Saat ayahnya sudah berangkat dia belum mandi, padahal biasanya mandi pagi dengan ayah. Ada sedikit bujuk rayu untuk memintanya mandi dengan mengambil handuk. Beberapa kaidah komunikasi produktif yang saya terapkan masih sama dengan hari-hari sebelumnya, yaitu: “Keep information short and simple alias KISS” dengan “intonasi dan suara yang ramah”, lalu “mengatakan apa yang saya inginkan”, dan diakhiri dengan “memberikan pujian secara jelas”.

Dalam video tersebut jelas saya menginginkan Izza untuk mandi meski saya beri embel-embel “setelah mandi nanti makan”, yang berujung dengan mogoknya Izza. Solusinya yaitu meminta Izza untuk melakukan ritual yang dia suka yaitu mengambil handuk. Setelahnya memberikan pujian “good job” dengan tulus dan jelas. Ternyata negosiasi dengan anak itu menyenangkan asal tahu celah dan cara yang tepat sesuai cara pandang anak tersebut. Temuan saya di komunikasi produktif bersama Izza beberapa hari ini adalah: gunakan sudut pandang anak jika ingin berkomunikasi dengannya, jangan memaksakan kehendak.


***

Sedangkan komunikasi dengan suami tidak ada sesuatu yang mengejutkan untuk hari ini, hanya perbincangan ringan seputar pemadaman listrik dan Izza yang sedang batuk seperti gambar di bawah ini:
kompro 8
kompro 8
Saya pun menggunakan kaidah “KISS” pada suami untuk menginformasikan bahawa si anak gadis sedang sakit, jadi mood saya sedang sedikit jelek. Ternyata suami yang sepertinya menggunakan komunikasi produktif secara praktis. Awalnya saya ingin mengeluh habis-habisan saat curhat ke suami tentang kondisi Izza tapi suami menyemangati saya jadi batal mengeluh, deh, hehe. Alhamdulillah. Beberapa kata semangat bisa melunturkan niat saya untuk meluncurkan diksi negatif. Good job, deh, buat suami.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^