8.11.17

Game Level #1: Komunikasi Produktif - Day 7

Hampir setiap pagi atau beberapa pagi sekali suami akan mengantarkan saya ke bulek sayur untuk belanja sekaligus karena lokasi yang cukup jauh dan tidak ada tukang sayur yang lewat. Suami sebenarnya sudah sering belanja bersama saya, tapi memang tidak begitu memperhatikan bagaimana saya belanja atau apa yang saya beli. Tak jarang juga saya nitip suami untuk membelikan belanjaan dapur tapi untuk skala kecil. Kebetulan tadi pagi saya lumayan repot jadi meminta suami untuk berangkat sendiri tanpa saya. Terpaksa karena Izza masih tidur. Sambil mengerjakan sesuatu di dapur saya menyampaikan daftar belanjaan yang hanya 3 item pada suami.

Saya: “Ayam sekilo, ceker setengah kilo, sama cabe merah besar seperempat, ya, Mas.” 
Suami: (mengulang daftar belanja yang saya katakan) “Itu aja?” 
Saya: “He’em.”

15 menit kemudian suami pulang dan menaruh belanjaan di meja dapur. Segera saya cuci bersih dan hati saya mulai tidak enak saat melihat potongan kepala ayam yang lebih dari 3 buah dan ternyata ada 6 buah. Ternyata suami membeli ayam total 1 kilo dalam 2 kantong plastik. 1 kantong berisi setengah kilo potongan ayam, dan 1 kantong lagi berisi campuran kepala dan ayam. Otomatis memanggil suami dengan nada sedikit teriak.


Saya: “Mas, kok ada kepalanya?” 
Suami: “Lha satu kantong sama ceker. Salah, ya?” 
Saya: “Yaa... kurang. Harusnya ayam potong sekilo dan ceker setengah kilo. Doyan kepala ayam?” 
Suami: “Enggak! Gimana? Beli lagi, ta?” 
Saya: “Gak usah, wes siang nanti telat ngantor.”

Dengan muka cemberut dan kesal karena batal membuat ceker balado, akhirnya melanjutkan masak sup daging dan tahu goreng saja. Rejekinya kucing dapat kepala ayam rebus. Saya berusaha untuk menyampaikan daftar belanja serinci mungkin menggunakan kaidah “clear and clarify”, tapi ya bisa saja pemahaman suami berbeda dari yang saya inginkan. Salah saya atau bisa juga salah suami tidak membuat catatan sebelum pergi belanja.

Akhirnya di sore hari saya kembali meminta tolong suami untuk mampir ke bulek sayur dengan memberikan daftar belanjaan yang lengkap dan rinci, seperti ini:

kompro day 7
kompro day 7

Jika meminta tolong pada suami terlebih tentang hal yang awam baginya, maka sebaiknya membuatkan catatan serinci dan selengkap mungkin agak tidak terjadi miss comunication. Membuat daftar rinci seperti itu lebih efektif daripada bicara panjang lebar. Tak jarang saya juga menyertakan gambar jika suami tidak paham tentang item yang saya inginkan.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^