3.11.17

Game Level #1: Komunikasi Produktif - Day 2

Tantangan komunikasi produktif hari kedua ternyata saya lakukan dengan Izza yang dengan sengaja saya merekamnya dalam bentuk video. Sebenarnya, saya memang sering merekam aktivitas kami, entah itu saat bermain, belajar membaca, saat makan, atau bahkan saat Izza sedang merajuk, nangis, dan marah. Video-video tersebut selalu saya kirimkan untuk suami karena beliau hanya bisa membersamai Izza saat malam dan akhir pekan, selain itu untuk album pribadi juga. Kebetulan sore tadi suasana rumah sedang tenang, pekerjaan domestik beres, Izza makan lahap tanpa paksaan tanpa rewel, dan aktif seperti biasanya. Kondisi tersebut tentu membuat suasana hati saya sebagai bundanya lebih nyaman dan ramah. Hingga terjadi perbincangan seperti video di bawah ini:


Saya tidak akan melakukan narasi tertulis untuk percakapan di video tersebut, ya.
Setelah saya lihat video tersebut secara berulang-ulang, ternyata saya menggunakan beberapa kaidah komunikasi produktif pada Izza tanpa sengaja, antara lain:
  • Intonasi dan suara yang ramah. Hmmm, seperti yang saya tulis di atas, kondisi rumah sedang nyaman, Izza tidak rewel yang membuat suasana hati saya bagus. Faktor tersebut yang mungkin membuat saya bisa berbicara selembut itu. Saya katakan itu lembut karena jarang sekali saya bisa berbicara dengan intonasi demikian. Hanya dengan gesekan kecil saja bisa meninggikan emosi dan intonasi.
  • KISS (Keep Information Short and Simple). Inti dari percakapan tersebut adalah Izza bisa mengembalikan buku ke dalam lemari entah rapi atau tidak meski saya menambahkan kata “rapi” dalam kalimat perintah tersebut. Ternyata Izza bisa memahami maksud kalimat saya, berarti kalimat tersebut bisa dikatakan KISS, ya.
  • Mengatakan yang saya inginkan. Sebenarnya hal yang tidak saya inginkan adalah Izza tidak bermain dengan buku-buku saya karena takut dirobek. Dan saya lebih memilih untuk berkata agar dia mengembalikan buku tersebut sesuai yang saya inginkan. Dengan cara memberikan waktu sejenak untuknya bermain dengan buku saya lalu memintanya untuk mengembalikan.

Tantangan hari kedua bisa dikatakan cukup berhasil, mungkin dipengaruhi suasana hati yang sednag bagus. Jujur saja, dalam tantangan ini saya tidak membuat target kaidah mana yang harus dilakukan, karena yang benar-benar ingin saya capai dalam tantangan ini adalah mengendalikan emosi dan bisa berkomunikasi secara produktif dengan diri sendiri.

Lihat tantangan hari pertama di sini: Game Level #1: Komunikasi Produktif - Day 1



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^