6.6.17

[Matrikulasi] Review NHW #3: Membangun Peradaban dari Rumah

Untuk melihat postingan tentang Nice Homework #3 bisa lihat pada postingan ini. Insyaallah dibuat dan dikerjaan dengan sepenuh hati untuk masa depan Izza yang lebih cerah dan lebih sevisi dengan suami. Berikut review tugas yang diberikan oleh fasilitator.

*MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH*
Kalau kamu ingin berbincang-bincang dg DIA, maka temuilah DIA dengan caramu, Tetapi apabila kamu ingin mendengar DIA berbicara, memahami apa kehendakNya padamu, maka IQRA', bacalah semua tanda cintaNya untuk kita, mulai dari surat cintaNya sampai dengan orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita.

Apa yang sudah teman-teman lakukan di proses nice homework #3 ini adalah proses IQRA'( membaca). Dimulai dari membuat surat cinta. Mengapa harus membuat surat cinta? karena bagaimana anda bisa merasakan surat cintaNya, kalau anda sendiri tidak pernah menghargai betapa beratnya menuliskan sebait demi sebait surat cinta untuk kekasih anda.

Dan kita semua belajar bagaimana melihat respon, surat cinta yang disampaikan dengan hati, kadang tidak pernah berharap apapun, mulai dari dicuekin, meski tanda centang sudah berubah warna biru 😀 sampai dengan surat cinta balasan suami yang ditulis di wall FB yang membuat hati makin mengharu biru.😍

Demikianlah Sang Maha Pemberi Cinta, kadang memberi tanpa meminta. Surat cinta sudah dikirim, waktu pertemuan sudah ditentukan, candle light dg hidangan istimewa di sepertiga malam terakhir sudah disiapkan, tapi kita kekasihnya tetap dingin dengan seribu satu alasan. Tetapi DIA tetap mencintai kita, tanpa Pamrih.

Menyitir puisi Sapadi Djoko Damono,
_aku ingin mencintaimu dengan sederhana_
_dengan kata yang tak sempat diucapkan_
_kayu kepada api yang menjadikannya abu_
_aku ingin mencintaimu dengan sederhana_
_dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada_

Maka tetaplah alirkan cinta kepada pasangan anda, anak-anak anda, jangan pernah berhenti, seberapapun menyakitkannya balasan yang anda terima.
Terima kasih untuk kebesaran hati teman-teman mempercayakan grup ini untuk menerima aliran rasa anda.

"Kemudian mulailah dengan melihat dua fase ini."Kalimat ini yang perlu teman-teman pahami dari hari ke hari"
Pahamilah bahwa semua menginginkan 'keberadaan' anda, anda diciptakan dengan tidak sia-sia."

*"Maka bersungguh-sungguhlah dalam menjaga "amanah" yang sudah diberikan dengan sepenuh cinta untuk kita."*

Inilah VISI HIDUP kita semua dalam membangun peradaban, terlalu berat apabila dikerjakan sendiri-sendiri, maka kerjakanlah dengan misi spesifik kita masing-masing.
Jangan pernah bandingkan diri anda/anak anda/keluarga anda dengan diri/anak/keluarga lain. Tapi bandingkanlah dengan diri/anak/keluarga anda sendiri. Apa perbedaan anda hari ini dengan perbedaan anda satu tahun yang lalu.
Kuncinya bukan pada seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa BERSUNGGUH_SUNGGUH nya kita dalam menjalankan MISI HIDUP kita"

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan
_materi matrikulasi membangun peradaban dari dalam rumah, IIP, 2016_
_Tulisan-tulisan Nice Homework #3 dari para peserta matrikulasi IIP, 2016_
_Hasil diskusi penajaman misi hidup dengan bapak Dodik Mariyanto dan Abah Rama Royani_

#Tambahan materi buat para bunda yang beragama Islam, ada panduan di Alqur'an sebenarnya untuk "berdamai dengan masa lalu"yg disebut tazkiyatunnafs sbb:

Tazkiyatunnafs adalah bahasa alQuran untuk mentherapy secara alamiah dan fitriyah apa apa yang menyebabkan kita berperilaku buruk. Tiada cara yang baik dan mengakar kecuali memperbaiki jiwa sebelum memperbaiki fikiran dan amal.

Belum pernah ada surat di dalam alQuran dimana Allah bersumpah begitu banyak, sampai 11 kali, kecuali untuk pensucian jiwa "sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya" (surat asSyams).

Warisan pengasuhan masa lalu dalam dunia psikolog sering disebut Inner Child, kadang sehebat apapun ilmu parenting atau psikologi yang kita pahami, tetap saja di tataran praktis yang kita pakai adalah apa yang pernah kita alami ketika kecil. Misalnya, kita tahu membentak dan menjewer itu buruk, namun ketika kekesalan memuncak maka hilang semua pemahaman, yang ada lagi lagi membentak dan menjewer.

Ada terapinya untuk ini, namun sebaiknya kita menggunakan jalur alamiah dan syar'i yaitu Tazkiyatunnafs, atau pensucian jiwa. Ini perlu waktu, perlu momen, perlu keberanian utk keluar dari zona nyaman dan instan.

AlQuran juga mengingatkan bahwa sebelum ta'lim maka penting untuk tazkiyah lebih dulu. Dalam prakteknya paralel saja, karena begitu kita berniat sungguh2 mendidk anak sesuai fitrahnya maka sesungguhnya kita sedang tanpa sadar mengembalikan fitrah kita atau sedang tazkiyatunnafs
Dalam buku tarbiyah Ruhiyah, pensucian jiwa itu bisa dilakukan dengan 5 M
  1. Mu'ahadah -mengingat ingat kembali perjanjian kita kepada Allah. Baik syahadah, maksud penciptaan, misi pernikahan, doa doa ketika ingin dikaruniai anak, menyadari potensi2 fitrah dstnya
  2. Muroqobah - mendekat kepada Allah agar diberikan qoulan sadida, yaitu ucapan dan tutur yang indah berkesan mendalam, idea dan gagasan yang bernas dalam mendidik, sikap dan tindakan yang pantas diteladani. Allahlah pada hakekatnya Murobby anak anak kita, karena Allahlah yang memahami fitrah anak anak kita. Maka kedekatan dengan Allah adalah agar hikmah hikmah mendidik langsung diberikan Allah untuk anak anak kita melalui diri kita.
  3. Muhasabah - mengevaluasi terus menerus agar semakin sempurna dan sejalan dengan fitrah dan kitabullah, bukan obsesi nafsu dan orientasi materialisme
  4. Mu'aqobah - menghukum diri jika tidak konsisten dengan hukuman yang membuat semakin bersemangat dan semakin konsisten untuk tidak melalaikan amanah
  5. Mujahadah - sungguh sungguh menempuh jalan sukses (fitrah) dengan konsisten, membuat perencanaan dan ukuran2 nya

(Hasil Diskusi dengan Ustadz Harry Santosa dan Ustdz Aad seputar "tazkiyatunnafs)
#Dari_workshop *Menyembuhkan Luka Masa Kecil* saya menemukan inti:

*Inner Child*
oleh Rosita Noor Aini S.Psi, C.H, C.Ht, C.NLP

Kekecewaan & kemarahan masa kecil yang masih terbawa sampai usia menikah dan punya anak akan sangat berimbas saat penerapan pola asuh pada anak-anak. Dendam ataupun kemarahan kepada orang tua yang belum terselesaikan akan mempengaruhi pikiran bawah sadar (subconsius mind) kita. Pikiran bawah sadar ini akan mempengaruhi 88% perilaku kita, sedang pikiran sadar HANYA 12 %.
Ini seperti fenomena gunung es yang tidak kelihatan dipermukaan tetapi sebenarnya cukup besar dibawah.

Hal ini terjadi terutama saat anak melakukan kesalahan dan kita marah. Kondisi seperti ini memicu subconsius untuk keluar dan melakukan perilaku yang sebenarnya sudah ditahan saat kondisi pikiran kita dalam kondisi sadar.

Contoh kasus : saat usia 7 tahun, anda pernah dipukuli oleh ayah sampai lebam2 padahal anda merasa tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan. Luka bathin begitu membekas, sampai usia remaja anda sangat tidak suka dengan sikap ayah yang otoriter. Waktu berlalu Andapun menikah, punya anak dan ayah sudah meninggal. Saat ditanya Anda sudah memaafkan ayah namun ternyata hanya dimulut karena anda masih begitu terluka.

Waktu berlalu dan saat anda punya anak, anak anda melakukan kesalahan yang menurut anda fatal andapun tanpa sadar dan tidak terkendali memukulinya seperti waktu anda kecil saat dipukuli ayah. Hal ini seperti sampah yang sudah tertimbun puluhan tahun yang secara tiba-tiba keluar begitu saja. Dan merupakan luapan emosi yang tidak terkendali. Sesudah semua terjadi anda baru menyesal.
Untuk itulah agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi, anda HARUS menghilangkan sampah-sampah masalah yang masih mengendap bertahun-tahun. Dan anda anda harus bisa membersihkan dan menghilangkan luka bathin anda sendiri.

Mengapa PERLU DILAKUKAN??? *Kalau anda sakit, anda tidak bisa menyembuhkan org lain. Kalau anda sehat, maka anda akan bisa menyembuhkan orang lain termasuk anak anda.*

Closing statement saya(Susi Ernawati):
❣ Teman-teman… mengenai luka masa lalu, *Ingatlah selalu, bahwa air tak pernah kembali ke hulu. Peristiwa yang kita alami juga tidak bisa dicegah. Sudah terjadi. Maka memaafkan adalah solusinya.*
Ciri kita sudah selesai dengan
 masa lalu adalah saat kita sudah bisa menceritakan kembali dengan hati ringan dan obyektif. ❣

Resume tanya jawab: disini

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^