28.12.15

Kehamilan 14 Minggu

Alhamdulillah sudah ada di trimester kedua, rasanya sungguh luar biasa sekali. Apalagi saat kontrol dan melakukan USG, dada saya ikut berdebar tak sabar melihat sang jabang bayi. Saat kali pertama alat usg ditempelkan ke perut saya, ternyata anak semok sedang tidur miring layaknya orang dewasa. Dokter lalu mengukur detak jantung bayi dan mengeraskan volumenya, eh, ternyata anak semok bergerak mungkin ketenangan tidurnya sedikit terusik, hehe. Akhirnya dia pun bergerak secara aktif saat dokter mulai melakukan pengukuran. Untuk usia kehamilan 14 minggu ini, dokter menjelaskan bahwa pengukuran bayi berdasarkan dua variabel yaitu lingkar kepala dan panjang paha untuk mendapatkan prediksi berat dan panjang bayi. Pengukuran panjang tubuh bayi tidak lagi dilakukan karena bayi cenderung lebih bergerak aktif.

Semua ukuran anak semok masuk dalam kategori normal, Alhamdulillah. Berat bayi sudah 1 ons dan panjangnya kira-kira 15 centi, detak jantung normal, dan geraknya juga aktif meski saya belum bisa merasakannya. Sayangnya bagian kelamin tertutupi oleh paha bayi karena posisinya miring, ehm, tidak apa lah yang penting semua sehat dan normal. Saat usg kali ini, saya menjadi sangat cerewet, menanyakan segala hal yang mungkin terlihat sepele, sampai-sampai sang asisten dokter kandungan tersebut sepanjang membantu usg, hehe. Untungnya, Obgyn saya ini orangnya sangat sabar, mau menjawab semua pertanyaan saya meskipun sepele. Beliau dengan kalemnya menjelaskan kepada saya setiap perkembangan organ pada bayi. Maklum lah ya, calon mama muda, hehe.

Baca juga : Kehamilan 10 minggu

Kehamilan 14 Minggu
Kehamilan 14 minggu
Kodisi tubuh saya, Alhamdillah semakin perkasa, hehe. Keluhannya adalah punggung dan pinggang yang mulai nyeri jika duduk atau berdiri terlalu lama, tidur pun mulai sedikit gelisah. Vitamin yang saya dapatkan ada dua macam yaitu DHA untuk perkembangan otak janin (Procalma) dan untuk kalsium (BioCal-95). Berat badan naik lagi 2 kilo, Alhamdulillah. Sayangnya stretch mark di paha dan dada mulai banyak dan sedikit membuat saya sedih. Begitulah cerita kehamilan di usia 14 minggu. Sehat sampai lahiran, aamiin.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^