30.1.16

Kehamilan 18 Minggu

Kehamilan 18 Minggu
Kehamilan 18 Minggu
Jadwal kontrol kandungan usia 18 minggu datang lagi dan saya sangat semangat untuk bertemu dengan anak semok sambil berharap dia akan menunjukkan kelamin kepada saya dan suami. Sambil menunggu antrean, suami selalu berbicara dengan anak kami, memang belum ada respon tendangan tapi beliau tetap saja berbicara dengan semangatnya. Kira-kira seperti inilah pembicaraan suami dengan anak semok:


"Anak pinter nanti kasih lihat kakinya ke Ayah, ya, biar Ayah tau nanti mau belikan sarung apa mukenah",
"Anak Ayah nanti mau dikasih nama xxx atau xxx, hayo? Aktif, ya, Nak",
"Dek, nanti yang aktif, ya! Kalau aktif dan gesit nanti malam diajak Ayah nobar Liverpool, oke?"

Seperti itulah hingga akhirnya nama saya dipanggil masuk ke ruangan periksa. Oh, iya, kebetulan dokter kandungan sedang tugas ke luar kota, jadi saya diperiksa oleh istri beliau yang kebetulan seorang dokter ahli penyakit dalam yang berada dalam satu tempat praktek. Awalnya ragu karena bukan dibidangnya, tapi ternyata menurut testimoni dari pengunjung yang lain, istri Obgyn saya juga paham soal kehamilan. Ternyata malah lebih sabar dan telaten dari Obgyn aslinya, hehe. Untuk kali pertama waktu USG lebih dari 10 menit, lebih tepatnya 12 menit, karena Dr. Novita penasaran dengan jenis kelamin anak saya yang kebetulan saat itu sangat aktif sekali. Beliau menjelaskan lebih rinci mulai dari kepala hingga bagian lain tubuh anak semok dan mengukur detak jantung serta bagian lainnya dengan sangat teliti. Pada kehamilan 18 minggu, berat bayi hampir 300 gram dengan semua ukuran normal, Alhamdulillah, ya, Nak. Dan yang jadi fokus perhatian kami serta dokter adalah keaktifan anak semok dari awal USG yang seperti tidak pernah lelah. Mulai dari kepala yang ada di atas perut hingga turun ke bawah, berguling ke kiri dan ke kanan, serta mengayunkan kaki hingga ke atas wajah. Kami tidak mendapat kesempatan sedikit pun untuk mengintip kelaminnya karena terhalangi oleh kakinya. Benar-benar ingin memberikan kejutan pada saya dan suami. Senangnya lagi, kami bisa melihat anak semok ngemut jempol kanannya, Masyaallah pemandangan yang sangat indah sekali.

Baca Juga : Kehamilan 14 Minggu

Meskipun belum tahu jenis kelamin anak semok, tapi kami bersyukur luar biasa atas kesehatan dan tumbuh kembang yang normal hingga saat ini. Insyaallah akan terus sehat dan normal hingga lahir ke dunia 4 bulan lagi. Kondisi tubuh saya pada kehamilan 18 minggu? Sudah berubah menjadi mesin penggiling makanan, hehe. Mudah lapar dan tidak bisa makan hanya dengan satu porsi saja, saat kontrol minggu ini pun berat badan sudah naik 2 kilo lagi, haha. Vitamin yang diberikan ada dua macam yaitu Prohelic dan HBVit. Entah mengapa tubuh say asemakin aktif dan selalu ingin melakukan sesuatu entah itu iseng membuat kue atau pergi ke pasar dengan motor. Saya masih kuat mengendarai motor suami dan masih kuat pula jalan thowaf di supermarket, hehe. Ini karena pesan dari ibu agar tidak malas dan sebisa mungkin selalu menggerakkan badan agar tidak bengkak nantinya. Jika tidak ada kegiatan maka saya akan iseng jalan-jalan di depan rumah mondar mandir, hehe. Alhamdulillah sampai sekarang kondisi tubuh tetap sehat.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^