16.12.15

Cerita Kehamilan 10 Minggu

Alhamdulillah, saat saya membuat postingan ini tepat usia kandungan 13 minggu 2 hari dan sekitar dua minggu lalu saya usg kedua saat kehamilan 10 minggu 3 hari. Dan itulah kali pertama saya mendengarkan detak jantung si jabang bayi yang masih anteng di dalam perut. Dan detak jantungnya itu cepat dan memburu seperti manusia dewasa selesai berlari. Hal yang membuat saya hampir menangis haru adalah melihat kedutan di bagian dada bayi saya dari layar monitor. Allahu Akbar, jantung anakku berdetak dan Alhamdulillah normal. Dan ternyata untuk mendengarkan suara detak jantung bayi harus memperbesar volume alat usg, kalau tahu seperti itu dari awal saya minta diperdengarkan detak jantungnya saat usia 6 minggu. Masya Allah, anugerah Allah memang luar biasa, saya tidak akan pernah lupa berkirim doa untuk jabang bayi pertama yang sudah bahagia di sisi-Nya.
hasil usg usia 10w3d
hasil usg usia 10w3d, beda sehari dengan usia hamil
Dokter menjelaskan mengenai bentuk tubuh bayi saya, kaki dan tangan sudah terlihat, bentuk hidung terlihat namun belum begitu jelas, tapi hidungnya sudah terlihat mancung seperti hidung ayahnya, hehe. Untuk mata dan telingan belum terlihat jelas hanya sebuah garis-garis saja yang terlihat. Insyaallah semua organ akan terbentuk dengan sempurna, aamiin. Pada usia 10w3d tersebut ukuran bayi saya 3.74 cm sedikit lebih panjang dari patokannya dan berat tubuhnya pun normal, kata dokter. Alhamdulillah. Setelah usg kami menerima penjelasan dari dokter mengenai detak jantung bayi yang intensitasnya memang lebih cepat saat usianya masih muda dan akan melambat menjadi normal seiring bertambahnya usia. Saya diberikan vitamin (fetavita.red) yang mengandung minyak ikan yang berfungsi sebagai pertumbuhan otak janin. Dan tidak ada obat penguat kandungan, akhirnya saya pun bertanya mengapa saya tidak diberikan obat penguat kandungan. Beginilah jawaban sang obgyn, “Ibu keguguran waktu itu bukan karena kandungan Ibu lemah, tapi ibu kebanyakan tingkah. Toh sekarang juga tidak terjadi flek, kan?”. Makjleb tenan. Kalau di fast reverse sih memang benar, saat kehamilan pertama saya 3 kali naik pesawat, menempuh perjalanan darat puluhan jam, angkut-angkut saat pindahan, dan puncaknya tiak bisa diam saat lebaran.

Untuk kondisi tubuh, perlahan sudah mulai beringas lagi, sudah bisa mencium bau nasi dari magic com, sudah bisa masak meski belum rutin, dan nasfu makan semakin bertambah lahap. Oh, iya, 2 minggu sebelum usg ini bobot saya sempat turun 1 kilo, tapi pas usg naik lagi 2 kilo, hehe. Mual-mual semakin jarang, tapi punggung dan pinggang sudah mulai terasa berat dan mudah capek jika terlalu lama berdiri atau duduk, ti dur pun lebih nyaman miring. Demikianlah cerita kehamilan saya yang Alhamdulillah lolos trimester pertama. Insyaallah akan terus sehat, aman, dan lancar sampai melahirkan, aamiin.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^