1.7.15

Opini Kedua: Bu Bidan

Karena sedikit tidak puasa dengan hasil usg dari dokter Nancy di rumah sakit mitra keluarga, saya memutuskan untuk bertandang ke bidan yang ada di rumah sakit bersalin di komplek perumahan tempat saya tinggal. Rumah sakit bersalinnya kecil ini tempat saya melakukan vaksin tokso-tetanus sebelum saya menikah. Setelah registrasi langsung menuju ke bidan dan menceritakan yang saya alami. Pertama saya tidak langsung diperiksa tapi diberikan penjelasan terlebih dahulu. Bu bidan menggunakan kalender kehamilan yang bentuknya bundar dan mengatakan usia kehamilan saya 4 minggu beberapa hari berdasarkan perhitungan tanggal menstruasi. Setelah itu saya diperiksa hanya dengan memegang dan menekan sedikit perut bagian bawah. Katanya, rahim sudah menebal dan mengeras dan saya positif hamil.

Saya sedikit menyinggung tentang usg tanpa memberi tahu kalau saya sudah usg. Bu bidan berkata, kalaupun saya usg dalam usia yang masih sangat muda, kemungkinan kantung rahim saja yang baru terlihat. Tapi kondisi tersebut berbeda untuk setiap ibu hamil, ada yang sudah terlihat jelas, ada yang mungkin belum terlihat sama sekali, seperti saya. Bu bidan pun memberi saya obat penguat kandungan dan vitamin (folavit. red).

Hmm.. bukan saya tidak percaya dengan kata dokter, mungkin karena ini kehamilan pertama jadi sedikit was-was jika ada hal yang kurang baik. Dengan adanya dua tanggapan dari dokter kandungan dan bidan hati lebih lega dan tenang dan saya memutuskan untuk stop puasa Ramadhan sesuai anjuran keduanya. Mulai untuk makan dengan asupan gizi yang baik demi calon janin yang akan datang ke rahim saya. Bismillah, ya, nak.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^